Bermain di Kubangan Air, 2 Bocah di Ponorogo Tewas Tenggelam

Advertorial

PONOROGO (Realita)- Warga Desa Madusari Kecamatan Siman geger. Ini setelah dua bocah setempat ditemukan tenggelam di sebuah kubangan  air sedalam 1 sampai 1,5 meter milik Kholil warga sekitar. 

Kejadian ini berawal ketika korban yang bernama Azka dan Mohammad Arkan yang masih berumur 6,5 tahun bersama satu rekannya bermain di sekitar kubangan air saat istirahat mengaji sekitar pukul 16.30, Rabu (08/04/2026) petang. 

Namun tiba-tiba, satu temannya tadi lari ke tempat mengaji di TPA Nurul Huda Desa Madusari yang berjarak 250 meter dari kolam, dimana saat itu sejumlah guru ngaji juga tengah mencari keberadaan tiga murid nya yang tak kunjung kembali ke TPA kendati adzan telah selesai. 


“ Yang satu ini lari ke bu Guru. Saat itu bu bu guru ini juga nyari karena Adzan sudah selesai kok gak kembali 3 anak ini. Sambil berteriak anak ini bilang Azka tenggelam. Mendengar kabar itu, langsung bu guru lari ke sini dan minta tolong ke warga, orang tua anak ini sama juga udah nangis gak karuan,” ujar salah satu saksi mata Yamin, Kamis (09/04/2026).

Yamin mengaku saat ditemukan, Arkan dalam posisi kepalanya terlihat di dalam air sedangkan Azka sudah tenggelam di dasar. Kubangan air ini menurutnya akan dijadikan kolam ikan oleh Kholil. Karena di lahan kosong ini memang ada beberapa kolam ikan. Ia mengaku setiap hari banyak anak kecil bermain di sini untuk mencari ikan. 

“ Sering anak kecil ke sini untuk cari ikan. Kelihatannya mereka ini tadi juga mau cari ikan disini. Mungkin kepleset saat mau ambil ikan,” akunya. 

Advertorial

Kapolsek Siman AKP Nanang Budianto mengatakan, dari hasil visum luar. Dua korban dipastikan tewas karena tenggelam. Dugaan sementara dua bocah naas ini tenggelam karena terpeleset ke dalam kubangan karena petugas menemukan sandal dan kupiah korban di pinggir kubangan air. 

“ Dugaanya cari ikan disini dan terpleset sehingga masuk ke dalam air. Karena kedalaman kolam yang cukup dalam atau sehidung orang dewasa, dan korban tidaj bisa berenang sehingga korban tenggelam. Yang satu tewas di lokasi yang satu saat dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya. 

Nanang menambahkan untuk mengantisipasi jatuhnya korban lain, pihaknya memberikan police line di lokasi tempat korban tenggelam. Rencananya kubangan air ini akan ditutup permanen agar tidak ada lagi anak kecil yang bermain di kawasan ini.

“ Karena dengat dengan TPA kami agak khawatir kedepannya. Kita sedang mewacanakan agar kubangan ini ditutup pemanen saja, agar tidak ada korban lagi,” pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru