SURABAYA – Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya, Prof. Dr.Sc. Asep Awaludin Prihanto, S.Pi., M.P., mendapat amanah baru sebagai Ketua Bidang Ketahanan Pangan & Sumber Daya Alam Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Jawa Timur Masa Bakti 2026–2029. Penunjukan tersebut memperkuat kontribusi akademisi FPIK UB dalam menjawab tantangan strategis ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam di Jawa Timur.
Prof. Asep bersama jajaran Pengurus Wilayah PII Jawa Timur dilantik pada Sabtu (25/7) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia dan menjadi bagian dari Pelantikan dan Rapat Kerja PII Jawa Timur Masa Bakti 2026–2029.
Baca juga: FPIK UB Hadirkan Solusi Ekonomi Hijau, Mangrove Disulap Jadi Sumber Penghidupan Masyarakat Pesisir
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Dr.-Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng. serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam rangkaian kegiatan, Ilham Akbar Habibie memberikan sambutan sebagai Ketua Umum PII, sementara Gubernur Jawa Timur memberikan sambutan dan pengarahan kepada jajaran pengurus yang baru dilantik.
Penunjukan Prof. Asep pada bidang ketahanan pangan dan sumber daya alam menjadi relevan dengan tantangan pembangunan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah dengan sektor pertanian, perikanan, dan sumber daya alam yang strategis. Ke depan, bidang tersebut memiliki ruang untuk mempertemukan kepakaran insinyur dari berbagai disiplin dalam mendorong pemanfaatan teknologi, inovasi, serta pengelolaan sumber daya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Bagi FPIK UB, amanah tersebut sekaligus memperluas ruang kontribusi keilmuan kelautan dan perikanan dalam agenda pembangunan daerah. Perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan riset dan sumber daya manusia, tetapi juga dapat menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pemerintah, industri, organisasi profesi, dan masyarakat.
Kepengurusan PII Jawa Timur periode 2026–2029 sendiri mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari teknologi informasi dan sistem cerdas, rekayasa infrastruktur dan lingkungan, teknologi industri dan ilmu terapan, arsitektur dan pengembangan wilayah, ketahanan pangan dan sumber daya alam, hingga perhubungan dan supply chain management.
Keterlibatan Dekan FPIK UB dalam kepengurusan organisasi profesi tersebut juga selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan rekayasa dan inovasi teknologi, SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dalam mendorong pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi, organisasi profesi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Baca juga: Biaya Pakan Membengkak hingga 70 Persen, FPIK UB Hadirkan Solusi Efisiensi bagi Pembudidaya Lele
Amanah sebagai Ketua Bidang Ketahanan Pangan dan Sumber Daya Alam PII Jawa Timur diharapkan semakin membuka peluang sinergi antara FPIK Universitas Brawijaya dengan jejaring profesi keinsinyuran, khususnya dalam pengembangan inovasi yang menjawab persoalan pangan dan pengelolaan sumber daya alam. Keterlibatan ini sekaligus menunjukkan bahwa kepakaran sivitas akademika FPIK UB tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi turut berkontribusi dalam agenda pembangunan Jawa Timur.
Editor : Redaksi