BANDUNG (Realita)– Pembinaan olahraga di lingkungan sekolah dinilai tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, kepercayaan diri, dan semangat kolaborasi peserta didik. Pendekatan itu terlihat dalam rangkaian PLN Mobile Jalan Juara JEVA Spike Nation 2026 yang melibatkan ribuan siswa SMP di Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya.
Program tersebut ditutup dengan Exhibition Match di GOR PLN Mobile Arena, Bandung. Dari ajang itu, SMP KP Ciparay keluar sebagai juara kategori putri, sedangkan SMPN 1 Kutawaringin menjadi juara kategori putra. Keduanya berhak memperoleh wild card untuk mengikuti kompetisi JEVA Spike Nation 2026 di Kota Bandung.
Namun, penyelenggara menilai nilai utama program ini bukan semata-mata hasil pertandingan. Sebelumnya, sebanyak lebih dari 5.500 siswa dari enam sekolah mengikuti coaching clinic bersama atlet nasional dan mantan pemain Jakarta Electric PLN. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang belajar bagi siswa untuk mengenal teknik dasar olahraga, sportivitas, disiplin, hingga pentingnya kerja sama dalam tim.
Mantan pemain Jakarta Electric PLN, Khalisa Azilia, mengatakan kegiatan itu bertujuan memberikan motivasi kepada siswa agar berani mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Buat kami, coaching clinic ini bukan soal siapa yang nanti menang. Kami ingin adik-adik merasa dihargai dan berani mencoba. Melihat mereka tampil percaya diri di lapangan, itu sudah menjadi kemenangan tersendiri," ujar Khalisa.
Bagi para peserta, pengalaman berlatih bersama atlet nasional menjadi kesempatan yang jarang diperoleh di lingkungan sekolah. Selain meningkatkan kemampuan bermain bola voli, mereka juga memperoleh pengalaman belajar langsung dari atlet yang telah berkiprah di level nasional.
"Jalan Juara itu buat aku seperti proses berusaha sampai menjadi juara. Caranya harus konsisten, percaya diri, bermain dengan baik, dan latihan keras. Program seperti ini bisa membantu menunjukkan potensi siswa SMP," kata Arimbi Syifana, siswi SMP KP Ciparay.
Sekretaris Umum Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (BAPOPSI) Bandung, Jajang Slamet Hermansah, menilai kegiatan pembinaan seperti ini dapat melengkapi proses pendidikan di sekolah, terutama dalam pengembangan minat dan bakat peserta didik.
"Kompetisi seperti ini penting untuk menjaring bibit atlet voli sejak usia sekolah dan menjadi bagian dari pembinaan olahraga pelajar," katanya.
Ketua Umum Perkumpulan Bola Voli Elektrik (PBVE) PLN, Khairullah, mengatakan pembinaan sejak usia sekolah menjadi investasi jangka panjang bagi lahirnya atlet-atlet muda.
"Prestasi yang diraih para siswa hari ini menunjukkan bahwa pembinaan sejak usia dini memberikan hasil. Yang lebih penting adalah semakin banyak siswa yang terdorong aktif berolahraga dan mengembangkan potensinya," ujarnya.
Melalui kegiatan yang memadukan pelatihan, kompetisi, dan interaksi dengan atlet nasional, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas, tetapi juga ruang bagi peserta didik untuk membangun karakter, kesehatan, serta prestasi melalui olahraga.yudhi
Editor : Redaksi