Investasi Generasi Tangguh: TMMD 129 Bojonegoro Ajarkan Anak Kesongo Tanggap Bencana Sejak Dini

Reporter : Cinta Aurellia
TMMD 129 Bojonegoro Ajarkan Anak Kesongo Tanggap Bencana Sejak Dini. Foto dok

BOJONEGORO (Realita) - Pembangunan suatu daerah tak cuma soal beton yang mengeras atau jalan yang terbentang mulus. Pembangunan sejati juga menyentuh jiwa, membangun mentalitas, dan membentengi masa depan anak-anak bangsa.

Semangat inilah yang terpancar jelas dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Baca juga: Goresan Kuas Pembawa Asa: TMMD 129 Bojonegoro Wujudkan Hunian Nyaman Mbah Samijan

Tak hanya menggerakkan alat berat untuk fisik desa, TMMD ke-129 ini juga menghadirkan warna yang lebih hangat dan humanis.

Melalui kolaborasi apik antara Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), keceriaan dan edukasi berpadu di SDN Kesongo 1 (SDN Satu Atap) lewat program Tagana Masuk Sekolah (TMS), Selasa (4/8/2026).

 

Sejak pagi, suasana kelas di SDN Kesongo 1 tampak berbeda. Puluhan siswa berdikari duduk rapi, memperhatikan setiap paparan dengan mata berbinar.

 

Didampingi prajurit TNI berpakaian loreng serta relawan Tagana berjaket khas, para siswa diajak belajar melangkah sigap saat alam sedang tak bersahabat.

 

Materi kebencanaan yang kerap dianggap berat disajikan secara interaktif, lugas, dan menyenangkan.

 

Anak-anak diajarkan bertindak tepat ketika terjadi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, hingga angin puting beliung.

 

Koordinator Tagana Kabupaten Bojonegoro, Ach. Mukafi, menyampaikan bahwa mengedukasi anak-anak adalah langkah krusial untuk menekan risiko saat situasi darurat terjadi.

 

"Melalui program Tagana Masuk Sekolah, kami ingin anak-anak mengenal berbagai jenis bencana dan memahami langkah-langkah penyelamatan diri. Tujuan utamanya adalah membangun kesiapsiagaan sejak dini sehingga mereka tidak panik saat menghadapi situasi darurat," ujar Mukafi.

 

Dalam sesi edukasi, Mukafi memberikan imbauan praktis yang akrab dengan keseharian anak-anak desa.

 

Ia mengingatkan mereka agar tak bermain di aliran sungai, saluran air, atau gorong-gorong saat debit air meninggi atau ketika banjir melanda.

 

Baca juga: Sentuhan Akhir: Progres Positif Bedah Rumah TMMD 129 Bojonegoro

Tak berhenti di situ, siswa juga diajak mencintai lingkungan sekitar seperti rajin membersihkan selokan agar aliran air tak tersumbat.

 

Edukasi penting lainnya juga disampaikan, meliputi Konsep Tas Siaga Bencana (TSB), mengenalkan dokumen dan perlengkapan vital yang wajib disiapkan saat kondisi darurat.

 

Kemudian, Prosedur Kelistrikan, mematikan aliran listrik rumah sebelum mengungsi jika keadaan membahayakan, serta Mitigasi Gempa Bumi, Lindungi kepala, tetap tenang, jangan berdesakan, dan keluar secara teratur menuju titik kumpul sekolah.

 

"Jangan panik ketika terjadi bencana. Tetap tenang, lindungi diri, lalu ikuti jalur evakuasi menuju titik kumpul. Dengan pengetahuan yang benar, risiko menjadi korban dapat ditekan," tegas Mukafi menyemangati para siswa.

 

Mukafi juga mengimbau warga dan siswa agar tak ragu atau takut bertindak jika harus mengungsi.

 

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Dinsos, BPBD, TNI dan Polri, telah menjamin kesiapan lokasi pengungsian beserta kebutuhan dasar yang layak bagi masyarakat.

Baca juga: Menjaga "Napas" Pembangunan: Cerita Kemanusiaan dan Kesigapan Tim Kesehatan Satgas TMMD 129 Bojonegoro

 

Kepala SDN Kesongo 1, Suroto, menyambut hangat inisiatif kolaboratif ini. Menurutnya, edukasi kebencanaan langsung di ruang kelas memberikan bekal keterampilan hidup (life skill) yang sangat berharga bagi murid-muridnya.

 

"Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini. Harapan kami kolaborasi seperti ini terus berlanjut sehingga anak-anak memiliki pengetahuan, keterampilan, dan memahami prosedur yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. Dengan begitu mereka lebih siap dan dapat meminimalkan risiko saat menghadapi bencana alam," tutur Suroto dengan senyum penuh apresiasi.

 

Integrasi program Tagana Masuk Sekolah ke dalam rangkaian TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini menjadi bukti nyata bahwa TNI dan Pemkab Bojonegoro tidak hanya membangun benteng fisik dari keterisolasian, tetapi juga membentengi sumber daya manusia dari potensi ancaman bencana.

 

Dari balik meja kelas sederhana di Desa Kesongo, benih-benih budaya sadar bencana telah ditanamkan.

 

Ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi muda yang tidak hanya cerdas di atas kertas, namun juga tangguh, sigap, dan mampu melindung diri serta sesama saat badai datang menyapa.

Editor : Arif Ardliyanto

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru