Aceh Tegang, JK Sebut Bukan Soal Pemerintah Pusat

realita.co
Jusuf Kalla. Foto: Dok Beb

JAKARTA- Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) angkat bicara mengenai kerusuhan yang terjadi di Banda Aceh bertepatan dengan peringatan 21 tahun perdamaian Aceh pada 15 Agustus 2026.

JK mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak membiarkan konflik baru mengganggu kemajuan yang telah dicapai Aceh selama dua dekade terakhir sejak MoU Helsinki ditandatangani pada 15 Agustus 2005.

Baca juga: Penasehat Gubernur Aceh Tuntut Mentan Amran Minta Maaf

Menurut JK, dinamika yang terjadi lebih berkaitan dengan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan atau kelompok di tingkat lokal, bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah pusat.

Baca juga: Peringatan Hari Damai di Aceh Ricuh, JK: Ada Ketidakpuasan

JK juga menegaskan bahwa aksi tersebut tidak mewakili mayoritas masyarakat Aceh. Menurutnya, perdamaian selama 21 tahun telah membawa berbagai kemajuan, mulai dari ekonomi, pendidikan, kebebasan, hingga kehidupan sosial masyarakat.

Baca juga: Peringatan Hari Damai di Aceh Tak lagi Damai

Ia berharap masyarakat Aceh tetap menjaga stabilitas dan tidak mengorbankan hasil perdamaian yang telah dibangun selama 21 tahun.rar

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru