99 Masjid Ramah Muktamirin, Jombang Siapkan Tempat Singgah bagi Tamu Muktamar NU ke-35

realita.co

JOMBANG (Realita)- Menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Kabupaten Jombang, Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersama Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Jombang bekerja sama dengan PCNU Jombang meluncurkan program “99 Masjid Ramah Muktamirin, Ramah Muhibbin."

Program ini menjadi bagian dari upaya masyarakat Jombang menyambut para muktamirin dan muhibbin yang datang dari berbagai daerah. Masjid-masjid yang tergabung dalam program tersebut disiapkan sebagai tempat singgah, beristirahat, hingga sebagian menjadi lokasi menginap.

Baca juga: Di Balik Gemerlap Muktamar NU ke-35, Pedagang Pentol Kecil Harus Gigit Jari

“Ini kami niatkan untuk menyambut para muktamirin dan muhibbin yang datang ke Kabupaten Jombang. Kami ingin kebahagiaan yang kami rasakan sebagai tuan rumah juga dirasakan oleh para tamu yang hadir,” kata H. Didin Ahmad Sholahudin, S.E Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jombang disela-sela loucing. Minggu (23/8). 

Sebanyak 99 masjid dipetakan di berbagai wilayah Kabupaten Jombang. Persebarannya tidak berdasarkan kuota setiap kecamatan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan.
Pemetaan dilakukan dengan membagi wilayah Jombang menjadi kawasan tengah, utara, selatan, timur dan barat. Setiap masjid yang diajukan terlebih dahulu diinformasikan dan diverifikasi untuk memastikan kesiapan fasilitasnya.

“Tidak ada ketentuan satu kecamatan harus berapa masjid. Kami sesuaikan dengan kebutuhan. Setelah itu kami cek lokasinya. Kalau sarana dan prasarananya tidak memenuhi syarat, pengajuannya tidak kami penuhi,” jelas Gus Didin.

Tidak semua masjid dijadikan tempat untuk muktamirin. Menurut Gus Didin, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain tersedianya tempat istirahat yang layak, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), tempat wudu yang memadai sesuai jumlah tamu, serta komitmen pengurus masjid untuk bersinergi dalam menerima dan melayani para tamu.

Pelayanan yang diberikan pun dibuat sederhana, tetapi diharapkan mampu memberikan kenyamanan. Masjid menyediakan air mineral, kopi, teh dan kebutuhan lainnya sebagai bentuk penyambutan terhadap para tamu.
DMI dan LTMNU Jombang turut memberikan dukungan berupa backdrop, banner, bendera Nahdlatul Ulama, serta sejumlah kebutuhan logistik seperti kopi, teh dan gula.

Baca juga: Keserakahan di Balik Hiruk-Pikuk Muktamar NU ke-35?

“Memang tidak semua masjid kami support karena ada yang sudah mampu mandiri. Tetapi untuk masjid yang masih membutuhkan, kami bantu,” katanya.

Distribusi perlengkapan dilakukan secara bertahap. Pemasangan bendera dan perangkat informasi mulai dilakukan, sedangkan kebutuhan kopi, teh dan gula akan didistribusikan mulai Senin.
Selain tempat singgah, sekitar 25 hingga 30 masjid di antara 99 masjid tersebut dipersiapkan untuk menjadi tempat menginap bagi para muhibbin maupun muktamirin.

Kapasitas masing-masing masjid juga berbeda. Ada masjid yang mampu menampung sekitar 100 orang, sementara masjid dengan fasilitas lebih besar bisa menampung hingga sekitar 300 jemaah.
“Kapasitasnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing masjid. Ada yang untuk 100 orang, ada juga yang bisa sampai 300 jemaah,” ungkapnya.

Dukungan lebih besar diberikan kepada masjid-masjid yang berada di kawasan sekitar pusat kegiatan Muktamar NU ke-35, terutama yang berjarak sekitar satu hingga dua kilometer dari lokasi utama kegiatan. Program 99 Masjid Ramah Muktamirin, Ramah Muhibbin diharapkan menjadi bentuk nyata keramahan masyarakat Jombang sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35.

Bagi Jombang, menjadi tuan rumah bukan hanya soal menyediakan lokasi kegiatan, tetapi juga bagaimana menyambut para tamu dengan penuh kehangatan.

“Kami ingin para muktamirin dan muhibbin yang datang ke Jombang tidak hanya mengikuti muktamar, tetapi juga merasakan keramahan dan kebahagiaan masyarakat Jombang.”pungkasnya. (din)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru