BPBD Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 120 KK Terdampak Kekeringan di Rambipuji

realita.co

JEMBER (Realita) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali turun tangan menangani dampak kekeringan. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Dusun Bedadung, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Rabu (26/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan distribusi air bersih yang kelima untuk wilayah terdampak. Sebanyak 120 kepala keluarga (KK) mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumber air warga menurun sejak akhir Juli 2026.

Baca juga: BPBD Jember Bergerak Cepat, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Rumah di Kencong

Kondisi paling parah terjadi di RT 07, RT 08, dan RT 09 RW 13 serta RT 11 RW 14. Sebagian sumur warga mulai mengering, sementara air yang tersisa dilaporkan berbau kurang sedap. Warga bahkan harus mengambil air dari sumur bor yang berjarak sekitar satu kilometer.

“BPBD Jember terus melakukan pendistribusian air bersih ke wilayah yang masyarakatnya mulai kesulitan mendapatkan air. Untuk Kaliwining, hari ini kami salurkan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak,” kata Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo.

Edy menjelaskan, distribusi dilakukan setelah Pemerintah Desa Kaliwining mengajukan permohonan bantuan air bersih. Penanganan tersebut juga mengacu pada status siaga darurat bencana kekeringan, kebakaran hutan dan lahan Kabupaten Jember tahun 2026.

Dari hasil pemetaan BPBD, sekitar 40 KK terdampak di RT 07/RW 13, 20 KK di RT 08/RW 13, 40 KK di RT 09/RW 13, serta 20 KK di RT 11/RW 14. Total terdapat 120 KK yang membutuhkan dukungan pasokan air bersih.

“Kami tidak hanya mendistribusikan air, tetapi juga melakukan pemantauan dan edukasi kepada masyarakat terkait kondisi kekeringan. Kebutuhan warga akan terus kami evaluasi supaya distribusi berikutnya tepat sasaran,” ujar Edy.

Baca juga: Angin Kencang Terjang Balung, BPBD Jember Gerak Cepat Salurkan Bantuan dan Tangani Dampak

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Jember bergerak menuju lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dan tiba sekitar pukul 10.40 WIB. Petugas kemudian berkoordinasi dengan perangkat desa, relawan, dan warga sebelum mendistribusikan air ke tandon BPBD.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga sebelumnya mengambil air dari sumur bor terdekat. Sementara untuk kebutuhan mandi, sejumlah warga memanfaatkan Sungai Bedadung yang kondisi airnya keruh dan debitnya mulai berkurang.

“Untuk sementara kami merekomendasikan distribusi air bersih sebanyak 5.000 liter setiap empat hari sekali. Di lokasi juga sudah tersedia tiga tandon milik BPBD dan satu tandon hibah BPBD untuk memudahkan penampungan air,” jelas Edy.

Baca juga: BPBD Jember Turun Tangan Tangani Banjir di 3 Kecamatan, 453 Jiwa Terdampak

BPBD Jember juga mengusulkan dukungan distribusi air bersih kepada BBWS Brantas Jawa Timur berupa tangki berkapasitas 5.000 liter. Langkah ini diperlukan untuk memperkuat pasokan air bagi warga terdampak, terlebih wilayah tersebut berada dalam kawasan DAS Bedadung.

Sementara itu, kondisi di RT 05 dan RT 06 dilaporkan masih aman karena jaringan PDAM telah tersedia. BPBD bersama pemerintah desa, relawan, dan masyarakat akan terus memantau perkembangan sumber air serta kebutuhan warga.

“Kami berharap dukungan dari seluruh pihak bisa memperkuat penanganan kekeringan di Jember. Yang terpenting, masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkas Edy.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru