Aliansi BEM Madiun Gelar Mentirakati Indonesia, Soroti MBG hingga RUU Perampasan Aset

realita.co
Aksi bertajuk “Mentirakati Indonesia” di depan Monumen Kolonel Marhadi, Alun-Alun Kota Madiun, Jumat (28/8/2026). foto: Yatno

MADIUN (Realita)  – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi damai dan solidaritas bertajuk “Mentirakati Indonesia” di depan Monumen Kolonel Marhadi, Alun-Alun Kota Madiun, Jumat (28/8/2026). 

Aksi yang diikuti puluhan aktivis mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Madiun tersebut menjadi ruang refleksi atas berbagai persoalan bangsa. Melalui mimbar bebas, mahasiswa menyampaikan kritik terhadap sejumlah program dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.

Baca juga: Sikapi Penolakan Warga Punjul, Bupati Madiun Alihkan Pengembangan TPST ke Kaliabu

Salah satu isu yang disoroti adalah alokasi anggaran pendidikan yang, menurut mahasiswa, terdampak oleh besarnya pembiayaan sejumlah program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Dana APBN banyak tersedot untuk membayar karyawan SPPG. Sementara pemerintah belum mampu meningkatkan kesejahteraan guru honorer dan membuat kebijakan yang berpihak pada peningkatan upah buruh,” ujar salah seorang orator dalam aksi tersebut.

Selain menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, mahasiswa juga menyoroti persoalan lingkungan, khususnya kebakaran hutan, serta mengajak masyarakat meningkatkan solidaritas terhadap para korban bencana alam di sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

Usai penyampaian orasi, para mahasiswa melakukan aksi tabur bunga di atas spanduk dan poster yang menampilkan wajah sejumlah korban yang meninggal dunia dalam aksi demonstrasi pada Agustus 2025. Salah satunya adalah Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Koordinator Aksi Aliansi BEM Madiun, Maikel Jakson, mengatakan momentum aksi tersebut juga bertepatan dengan satu tahun meninggalnya Affan Kurniawan.
“Kami mengambil momentum peringatan satu tahun meninggalnya Affan Kurniawan,” ungkap Maikel.

Ia menjelaskan, aksi damai dan solidaritas bertajuk “Mentirakati Indonesia” tersebut tidak hanya menjadi wadah penyampaian aspirasi, tetapi juga sebagai momentum untuk mendoakan para korban aksi unjuk rasa, korban bencana alam, serta keselamatan bangsa dan negara.

Baca juga: Dukung Akses Destinasi Wisata, Empat Ruas Jalan Kota Madiun Diperbaiki Dinas PU PR

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan Indonesia, para korban bencana, serta korban yang meninggal dalam aksi unjuk rasa setahun lalu,” ujarnya.

Meski aksi di Madiun digelar pada waktu yang berbeda dengan unjuk rasa yang berlangsung di Jakarta pada 27 Agustus 2026, Aliansi BEM Madiun menyatakan tetap memberikan perhatian terhadap sejumlah isu nasional, termasuk tuntutan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

“Kami yang berada di daerah akan tetap ikut mengawal isu-isu yang diperjuangkan teman-teman di Jakarta,” tegas Maikel.

Selama aksi berlangsung, puluhan mahasiswa mendapat pengawalan dari aparat keamanan. Tidak hanya para peserta aksi yang membawa poster dan spanduk, sejumlah personel polisi wanita (Polwan) yang bertugas juga membawa spanduk berisi ajakan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib dan damai.

Baca juga: Operasi Gabungan di Desa Sirapan dan Dimong Nihil Temuan Rokok Ilegal, Satpol PP Madiun Perkuat Sosialisasi

Sejumlah tulisan dalam spanduk tersebut di antaranya berbunyi, “Demo Tertib, Aspirasi Tersampaikan”, “Hindari Aksi Provokasi”, serta “Selamat Datang Pejuang Aspirasi, Sampaikan Pendapat dengan Tertib, Kami Siap Melayani.”

Setelah menyelesaikan rangkaian aksi di Alun-Alun Kota Madiun, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Madiun melanjutkan kegiatan dengan melakukan penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di NTT.

Penggalangan dana tersebut dilakukan di kawasan persimpangan Tugu Nol Kilometer Kota Madiun sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Yw

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru