BEKASI (Realita)- Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kota Depok di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Komplek Pemkot Bekasi, Selasa (1/9/2026).
Rombongan dipimpin Hj. Yeti Wulandari selaku Koordinator Komisi B dan H. Hamzah selaku Ketua Komisi B. Kunjungan berlangsung hangat dengan dialog dan koordinasi antar lembaga.
Baca juga: Wiwiek Hargono: Sertifikasi Halal Jadi Kunci UMKM Bekasi Naik Kelas Hadapi Wajib Halal Oktober 2026
Pertemuan membahas strategi Pemerintah Kota Bekasi dalam mengoptimalkan potensi ekonomi perkotaan, peningkatan investasi, pemberdayaan `UMKM`, serta penguatan sektor perdagangan dan jasa.
Harris didampingi sejumlah OPD terkait. Kehadiran perangkat daerah menegaskan keseriusan Pemkot dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Salah satu strategi utama yang dibahas adalah kolaborasi lintas OPD dalam pelaksanaan program.
Pemkot Bekasi menerapkan pola kerja terpadu. Pembiayaan program tidak dibebankan ke satu OPD saja. Contohnya, jika Dinas Kepemudaan dan Olahraga terbatas anggaran, Dinas PU dan Dinas Pariwisata bisa berkontribusi sesuai kewenangannya.
Strategi ini juga diterapkan dalam integrasi ruang publik. Kawasan olahraga dan stadion utama dikembangkan agar tidak hanya jadi sarana olahraga, tapi juga ruang interaksi sosial dan rekreasi.
Komisi B DPRD Depok juga menggali potensi pengembangan konsep Sports City sebagai penggerak ekonomi daerah.
Baca juga: Kepala BKN Prof. Zudan Senam Bersama ASN Pemkot Bekasi: Syukuri Jadi ASN
Kawasan olahraga dinilai bisa jadi sumber PAD melalui:
1. *Penyewaan GOR dan Stadion* untuk pertandingan profesional dan event nasional
2. *Event Non-Olahraga* seperti konser musik, festival, dan kegiatan masyarakat berskala besar
3. *Efek Pengganda* ke sektor perhotelan, kuliner, pusat perbelanjaan, dan jasa karena mendatangkan pengunjung luar daerah
4. *Pengelolaan Parkir & Utilitas Profesional* di kawasan terpadu
Pemkot Bekasi juga menjalin kemitraan internasional lewat konsep Sister City dengan mitra dari Korea Selatan untuk mendapat pengalaman pengelolaan kawasan olahraga berstandar internasional.
Strategi lain adalah mengintegrasikan UMKM kuliner ke dalam aktivitas kawasan Sports City.
Pemkot menyediakan Food Zone tertata saat ada event besar di stadion. Skema event-based ini memberi akses UMKM langsung ke konsumen dalam jumlah besar.
Baca juga: Tri Adhianto Kukuhkan FKUB 2026-2031, Targetkan Bekasi Naik Peringkat Kota Toleransi
UMKM binaan juga difasilitasi di `Car Free Day (CFD)` dengan ruang usaha tanpa sewa tinggi. Untuk legalitas, Pemkot memfasilitasi pembuatan NIB gratis lewat sistem jemput bola.
Selain itu, UMKM kuliner didorong berkolaborasi dengan pusat perbelanjaan sekitar Sports City untuk menciptakan captive market.
"Kunjungan ini langkah strategis memperkuat sinergi antar pemerintah daerah. Kolaborasi penting dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang," ujar Harris.
Kunjungan ditutup dengan dialog interaktif, foto bersama, dan tukar cinderamata. Hasil kunker diharapkan jadi bahan evaluasi dan dasar perumusan kebijakan ke depan.(Ang)
Editor : Redaksi