Mencekam! 512 Santri di Sidoarjo Keracunan MBG, Ini Kata BGN?

realita.co
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana saat mengadakan siaran pers di Jakarta. Foto: BGN

JAKARTA (Realita) Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat menangani insiden keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTs dan MA Manbaul Hikam Putat, Tanggulangin, Sidoarjo.

Peristiwa terjadi Senin (1/9/2026). Hingga Rabu (2/9) pagi, ratusan siswa sudah ditangani tim medis.

Baca juga: Korban Keracunan MBG di Sidoarjo Bertambah Jadi 510 Santri, Dirawat di 8 Rumah Sakit

Data terbaru BGN menyebutkan 512 siswa mendapat penanganan. 

Rinciannya:  
- 80 siswa masih rawat inap di rumah sakit  
- 312 siswa sudah pulang  
- 120 siswa masih observasi

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana menegaskan keselamatan anak menjadi prioritas utama.

“Yang utama bagi kami saat ini adalah keselamatan dan kesehatan anak-anak kita. Untuk itu, BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing- masing,” ujar Ketut kepada wartawan, pada Rabu (2/9/2026).

Ketut mengatakan BGN terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sidoarjo dan pihak terkait agar penanganan berjalan menyeluruh.

BGN juga menyampaikan keprihatinan kepada siswa terdampak dan keluarga yang mendampingi.  

Baca juga: Ratusan Santri Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Pastikan Tak Ada yang Meninggal

“BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,” kata Ketut.

Selain penanganan medis, proses investigasi masih berlangsung. Uji laboratorium dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.

Hasil lab nantinya jadi bahan penting dalam proses investigasi.

“Kami berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis adalah prioritas kami,” tutur Ketut.

Baca juga: Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Keracunan MBG, Polisi Langsung Datangi SPPG Kalitengah

BGN memastikan insiden ini ditangani serius dan tuntas. Ke depan pengawasan Program MBG akan diperkuat demi keamanan penerima manfaat.

Sebelumnya, Bupati Sidoarjo Subandi sempat melakukan sidak ke SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, yang menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga kuat penyebab ratusan santri keracunan. Dirinya mengungkapkan, ada 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya yang belum mengantongi izin.
Subandi mengatakan saat ini terdapat 170 SPPG yang berdiri di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 SPPG disebut masih belum memiliki izin.

"Total berdiri BGN yang ada di Sidoarjo 170. Yang masih belum ada izin, 31. Tadi kita sampaikan kepada BGN Pusat, jadi harus ada pengawasan yang ekstra. Jangan sampai terjadi yang seperti ini lagi," kata Subandi.(Ang)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru