BEKASI (Realita)-Kota Bekasi resmi ditunjuk sebagai tuan rumah utama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Ajang olahraga tingkat provinsi itu dijadwalkan berlangsung November 2026.
Kepastian itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat koordinasi bersama para kepala daerah dan jajaran KONI Jabar di Gedung Pemkot Bekasi, Jumat (4/9/2026).
Baca juga: Harlah ke-81 Kejari Kota Bekasi! Pemkot, Kejari dan PA Bekasi Serahkan Perwalian Anak & SKP2
“Kebetulan tuan rumah utamanya adalah Kota Bekasi. Pembukaan nanti akan dilaksanakan di Kota Bekasi dan penutupan di Kota Bogor,” kata Dedi didepan awak media, Jum'at (4/9/2026).
Di sisi lain, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan kesiapan sejumlah fasilitas untuk menyukseskan Porprov. Pemkot memilih skema kolaborasi agar tidak membebani APBD.
“Jadi secara umum, venue yang sudah kami siapkan dilakukan melalui kolaborasi. Pemkot Bekasi sendiri sudah memiliki gedung enam lantai, lapangan bulu tangkis, lapangan voli, dan fasilitas yang standarnya juga sudah internasional,” ucap Tri.
Sejumlah venue lain masih dalam tahap penyelesaian, di antaranya trek atletik, trek roller skate, lapangan basket, dan venue climbing.
Baca juga: 8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Walikota: Jadikan Bekal Tingkatkan Pelayanan Publik
Pemkot juga menyiapkan lapangan pendamping untuk cabor sepak bola dan bola voli pasir.
Untuk memenuhi kebutuhan venue tambahan, Pemkot menggandeng pusat perbelanjaan.
“Kami juga bekerja sama dengan beberapa mal yang nantinya akan digunakan sebagai venue tambahan untuk mendukung pelaksanaan Porprov,” kata Tri.
Baca juga: HUT ke-81 Kejari Kota Bekasi, Tri Adhianto: Sinergi Pemkot dan Kejari Harus Terus Dikuatkan
Kemudian, Gubernur Jawa Barat menegaskan penyelenggaraan Porprov 2026 harus dilakukan secara efisien. Alasannya, kondisi fiskal kabupaten atau kota di Jawa Barat saat ini melemah.
“Ada satu penekanan, yaitu penyelenggaraan kegiatan harus dilakukan secara efisien. Sebab, rata-rata Kabupaten dan Kota saat ini tidak memiliki kekuatan fiskal seperti beberapa tahun lalu,” kata Dedi.
Ia berharap ajang ini tetap berjalan baik tanpa membebani kemampuan keuangan masing-masing daerah.(Ang)
Editor : Redaksi