JEMBER (Realita) - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU membuat warga Jember resah dalam beberapa hari terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait turun tangan dan berkoordinasi langsung dengan Pertamina hingga Jember mendapat tambahan pasokan BBM mencapai 100 ribu liter.
Gus Fawait mengatakan koordinasi dilakukan bersama SBM dan Depo Pertamina di Banyuwangi untuk memastikan kondisi pasokan BBM di Jember. Ia bahkan turun langsung memantau kondisi sejumlah SPBU untuk melihat situasi sebenarnya di lapangan.
Baca juga: Jember Dapat Tambahan Transfer Rp223 Miliar, Gus Fawait: Terbesar se-Jawa Timur
Dari hasil koordinasi, Pertamina memastikan stok BBM untuk Kabupaten Jember dalam kondisi aman. Tambahan penyaluran dilakukan selama dua hari terakhir, mencakup Pertalite dan Pertamax dengan total sekitar 100 kiloliter atau 100 ribu liter.
"Saya langsung melakukan koordinasi dengan SBM dan Depo Pertamina yang ada di Banyuwangi. Saya ingin memantau kondisi real di SPBU-SPBU yang ada di Kabupaten Jember," kata Gus Fawait, Senin (07/09/2026).
Sementara itu, Pertamina mengungkap penyebab antrean panjang di sejumlah SPBU Jember bukan karena BBM langka. Gangguan terjadi pada jalur distribusi akibat kepadatan lalu lintas di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Gus Fawait meminta masyarakat Jember tidak panik menghadapi antrean BBM. Ia memastikan pemerintah daerah bersama Pertamina terus memantau distribusi agar pasokan dapat segera kembali normal.
Menurutnya, kondisi saat ini berbeda dengan persoalan pasokan yang pernah terjadi sebelumnya. Gangguan kali ini lebih disebabkan kendala pengiriman, sementara stok BBM secara nasional disebut masih aman.
"Untuk warga Jember tidak perlu panik. Ini beda dengan kasus-kasus yang dulu-dulu. Ini murni masalahnya adalah masalah pengiriman saja, hanya terjadi kendala di proses distribusi," tegas Gus Fawait.
Area Manager Communication, Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan Jember termasuk wilayah Tapal Kuda yang mendapat pasokan dari Terminal Tanjung Wangi, Banyuwangi.
Baca juga: Puluhan Pejabat Jember Bergeser, Gus Fawait: Kadang Pemain Lama Harus Keluar Lapangan
Kemacetan di sekitar Pelabuhan Ketapang membuat waktu tempuh distribusi menjadi lebih lama.
Kemacetan bahkan terpantau mengular hingga sekitar 15 kilometer. Kondisi tersebut menyebabkan mobil tangki membutuhkan waktu lebih lama untuk mengirimkan BBM dari Terminal Tanjung Wangi menuju SPBU di Jember.
"Terjadi kendala pada jalur distribusi akibat kepadatan lalu lintas utama di kawasan Pelabuhan Ketapang. Kemacetan ini menjadi kendala tambahan karena distribusi membutuhkan waktu lebih lama dibanding biasanya," ujar Ahad.
Pertamina kini memonitor stok di 41 SPBU yang tersebar di Kabupaten Jember. Pengiriman diprioritaskan ke SPBU yang mengalami peningkatan permintaan paling tinggi.
Hingga sore hari, terdapat sembilan SPBU yang mencatat tingkat permintaan lebih tinggi dibandingkan SPBU lainnya. Pertamina memastikan mobil tangki sedang dalam perjalanan menuju SPBU tersebut.
Baca juga: Tak Hanya Andalkan APBD, Gus Fawait Gandeng Swasta Bangun Jembatan Pelosok Jember
Untuk mempercepat pemulihan pasokan, Pertamina juga menyiapkan skema alih suplai. Terminal Tanjung Wangi dapat memperoleh dukungan dari terminal Pertamina lainnya, terutama dari Malang dan Surabaya.
"Kami juga menyiapkan skema alih suplai bahwa Terminal Tanjung Wangi bisa di-back up dengan terminal kami lainnya yang terdekat adalah Malang, kemudian juga ada Surabaya," kata Ahad.
Pertamina juga mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying. Pembelian BBM secara berlebihan justru dapat membuat stok di SPBU lebih cepat habis dan menyebabkan masyarakat lain kesulitan mendapatkan BBM.
"Barangnya tidak langka, barangnya tersedia. Kami terus melakukan percepatan-percepatan distribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut," tegas Ahad.Rdy
Editor : Redaksi