JEMBER (Realita) - Puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember bergeser dalam agenda pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pimpinan tinggi pratama dan administrator di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (28/8/2026) malam.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyebut rotasi tersebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi.
Gus Fawait mengatakan pergeseran jabatan tidak serta-merta berarti pejabat yang sebelumnya menduduki posisi tertentu memiliki kinerja buruk.
Menurut Gus Fawait, rotasi justru dibutuhkan untuk menyempurnakan organisasi sekaligus mempercepat ritme kerja birokrasi. Ia mengibaratkan pemerintahan seperti sebuah tim sepak bola yang membutuhkan strategi pergantian pemain agar permainan tetap berjalan optimal.
"Kadang pemain lama harus keluar lapangan. Ibarat dalam sepak bola, pemain bintang seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi pun terkadang perlu keluar lapangan sejenak untuk mengatur napas. Rotasi ini semata-mata untuk penyempurnaan agar ke depan ritme kerja kita bisa melaju lebih cepat lagi," ujar Gus Fawait.
Gus Fawait menegaskan, penyegaran birokrasi tersebut berkaitan dengan ambisi Pemkab Jember mempercepat realisasi program pembangunan.
Ia menargetkan seluruh sasaran dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun janji politik dapat direalisasikan lebih awal. Pemerintah daerah tidak ingin menunggu hingga masa jabatan lima tahun berakhir untuk membuktikan capaian pembangunan.
Sejumlah sektor menjadi fokus percepatan, di antaranya kesehatan, infrastruktur, aksesibilitas, dan pendidikan.
Di sektor kesehatan, Pemkab Jember telah memperluas pelayanan melalui program Homecare. Selain itu, penerbangan di bandara daerah kembali dioperasikan untuk memperkuat konektivitas wilayah.
Sementara di bidang pendidikan, penyaluran beasiswa juga terus dikebut. Dari target 20.000 penerima manfaat, realisasinya disebut telah melampaui 50 persen.
"Pemkab Jember tidak hanya membebaskan biaya pelayanan kesehatan dasar, tetapi telah memperluas layanan hingga program Homecare. Selain itu, penerbangan di bandara daerah kembali dioperasikan untuk mendukung konektivitas wilayah," kata Gus Fawait.
Fokus 2027 Bergeser ke Infrastruktur dan Kemiskinan
Gus Fawait juga menyinggung hubungan antara eksekutif dan legislatif dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia mengapresiasi komunikasi politik dengan DPRD Jember yang dinilai berjalan harmonis.
Menurutnya, perbedaan pandangan antara pemerintah daerah dan DPRD merupakan hal yang wajar. Bahkan, dinamika tersebut diperlukan selama kritik dan masukan tetap disampaikan secara konstruktif serta berada dalam koridor hukum.
"Dinamika itu bagian dari demokrasi yang sehat. Tugas DPRD adalah memberikan masukan konstruktif, dan kami di eksekutif sangat terbuka selama seluruh masukan tersebut sesuai dengan koridor perundang-undangan," ujarnya.
Gus Fawait menegaskan, percepatan pemerintahan tidak boleh hanya diukur dari pembahasan anggaran. Ukuran utamanya adalah seberapa besar program pemerintah menghasilkan perubahan yang bisa dirasakan langsung masyarakat.
Sepanjang 2025 hingga 2026, Pemkab Jember memprioritaskan pembenahan pelayanan publik dasar. Memasuki 2027, fokus pembangunan akan semakin diarahkan pada percepatan infrastruktur dan penurunan angka kemiskinan.
Daftar 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Berikut pejabat yang dilantik dalam jabatan pimpinan tinggi pratama:
Bambang Rudianto, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
drh. Sugiyarto, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Perekonomian, dan Keuangan.
Boby Ariesandi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.
Adi Wijaya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.
Arif Cahyono, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah.
Hadi Mulyono, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Indra Tri Purnomo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.
Lingga Diputra, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak.
IRahman Anda, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Muhammad Zamroni, Kepala Dinas Tenaga Kerja.
Sutiyoso, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan.
Jupriyono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan.
Muhammad Jamil, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Regar Jeane D Nangka, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata.
Ahmad Helmi Luqman, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
Selain pejabat pimpinan tinggi pratama, pelantikan juga mencakup 11 sekretaris OPD.
Mereka adalah Yoni Nurcahyono sebagai Sekretaris Inspektorat, Poerwahyudi sebagai Sekretaris Satpol PP, Siswanto sebagai Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Subagyo sebagai Sekretaris BPBD, Nurul Hafid Yasin sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, Rivendi Wahyu Bhakti sebagai Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Kemudian Muhammad Qasim sebagai Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, Dendi Radiant sebagai Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan, I Ketut Ardana sebagai Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata, Rahminda Iskandaria sebagai Sekretaris DPMPTSP, serta Diah Kusworini Indriyaswati sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana.
Untuk jabatan camat, posisi Ajung ditempati Andri Purnomo, Ambulu oleh Fahrur Ashori, Arjasa oleh R.D. Abdul Kadir, Bangsalsari oleh Beni Armindo Ginting, Jelbuk oleh Ajib, dan Ledokombo oleh Roni Herman Baza.
Selanjutnya Muhammad Najmul Huda menjadi Camat Mayang, Waadatul Mufarohah menjadi Camat Mumbulsari, Asra Joyo Widono menjadi Camat Puger, Musyaffa menjadi Camat Patrang, Muhammad Syifak Beni Kurniawan menjadi Camat Pakusari, Prima Kusuma Dewi menjadi Camat Rambipuji, Mahmud Rizal menjadi Camat Sukorambi, Umar Faruq menjadi Camat Sumberjambe, serta Adi Kusnandar Zulkifli Ahmad Husein menjadi Camat Tempurejo.
Selain itu, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhoni ditempatkan pada Bagian Umum Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah, sedangkan Hisyam Wahyu Aditya menduduki jabatan Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat.
Rotasi ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember menata kembali mesin birokrasi agar lebih adaptif terhadap target pembangunan. Pesan Gus Fawait pun jelas: pergantian pemain bukan semata-mata soal siapa yang dicopot atau dipindahkan, tetapi bagaimana seluruh tim mampu bekerja lebih cepat dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Editor : Redaksi