JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggelontorkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui program Beasiswa Cinta Bergema.
Hingga 2026, program unggulan Bupati Jember Gus Fawait itu telah menjangkau 11.237 mahasiswa, dengan total realisasi anggaran 2025 hingga tahap pertama 2026 mencapai lebih dari Rp56 miliar.
Program tersebut menjadi salah satu strategi Pemkab Jember untuk memastikan mahasiswa asal Jember tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi.
Dinas Pendidikan Jember menyebut pelaksanaan beasiswa dilakukan melalui proses verifikasi dan validasi agar bantuan tepat sasaran serta tidak terjadi tumpang tindih anggaran.
Pada 2025, jumlah pendaftar Beasiswa Cinta Bergema mencapai 17.351 orang yang tersebar di 103 perguruan tinggi. Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi, sebanyak 7.161 mahasiswa dinyatakan lolos tahap akhir, namun 124 kasus ditahan pencairannya.
Dengan demikian, dana akhirnya direalisasikan kepada 7.037 mahasiswa dengan total anggaran Rp31,99 miliar.
“Pada 2025, total pendaftar awal mencapai 17.351 orang. Pendaftar ini tersebar di 103 perguruan tinggi, yakni 20 kampus dalam Jember, 79 kampus luar Jember, dan empat kampus luar negeri,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jember Arief Tyahyono, Kamis (27/08/2026).
Memasuki 2026, Pemkab Jember kembali melakukan verifikasi dan validasi terhadap penerima beasiswa tahun sebelumnya. Hasilnya, 6.562 mahasiswa dinyatakan masih memenuhi syarat untuk dipertahankan dan dicairkan bantuannya, sementara 475 mahasiswa dinyatakan gugur.
Pencairan tahap pertama 2026 mencapai Rp25 miliar, sedangkan tahap kedua mencapai Rp18,9 miliar.
Tak berhenti di penerima lama, Pemkab Jember juga membuka kesempatan bagi pendaftar baru. Sebanyak 11.469 orang mendaftar pada 2026.
Mereka berasal dari 136 perguruan tinggi, terdiri atas 22 kampus di Jember, 113 kampus di luar Jember, serta satu perguruan tinggi luar negeri, yakni Al-Azhar Mesir.
“Untuk angkatan tahun 2026, Pemkab Jember menyediakan kuota sebanyak 4.200 penerima dengan rencana anggaran Rp15,3 miliar,” ujar Arief.
Dengan capaian tersebut, total penerima manfaat Beasiswa Cinta Bergema sepanjang 2025–2026 telah mencapai 11.237 mahasiswa. Angka ini sudah melampaui separuh target RPJMD Jember, yang menetapkan sasaran 20 ribu penerima manfaat.
“Program unggulan Beasiswa Cinta Bergema telah menunjukkan progres signifikan. Hingga kurun waktu 2025–2026, penerima manfaat bantuan pendidikan ini sudah menembus angka 11.237 mahasiswa,” tegas Arief.
Namun, agenda Pemkab Jember di sektor pendidikan tidak berhenti pada pembiayaan kuliah. Pemerintah daerah juga mengejar peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah. Sepanjang 2025, sebanyak 124 satuan pendidikan disebut telah menyelesaikan proses revitalisasi.
Pada 2026, penguatan infrastruktur pendidikan kembali berlanjut. Sebanyak 256 lembaga pendidikan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mendukung peningkatan fasilitas pendidikan.
“Pendidikan bukan sekadar membantu anak-anak untuk bisa melanjutkan kuliah, melainkan juga memastikan mereka dapat mengenyam ilmu di lingkungan belajar yang jauh lebih baik. Kami ingin anak-anak Jember terus melangkah lebih jauh dan meraih masa depan mereka,” pungkas Arief.rdy
Editor : Redaksi