SURABAYA – Aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Pasar Pucang Anom menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya. Keberadaan PKL yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kuliner malam tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sentra kuliner yang lebih tertata.
Kepala Pasar Pucang Anom, Farah Soraya, mengatakan rencana penataan tersebut muncul setelah adanya kunjungan dan peninjauan yang dilakukan oleh Wali Kota Surabaya. Dalam kunjungan itu, ditemukan cukup banyak PKL yang berjualan di sekitar kawasan pasar.
Baca juga: Pedagang Pasar Buah Tanjungsari Protes Jam Operasional, Saleh Mukadar: Buah Rusak, Siapa yang Ganti
“Karena PKL di sini cukup terkenal, kemudian ada lahan di lantai 2 yang sebenarnya merupakan area parkir, tetapi sudah tidak difungsikan. Kemarin disepakati bersama Pak Wali Kota untuk dipindahkan ke lantai 2 agar dapat meramaikan Pasar Pucang,” ujar Farah saat di temui di Pasar Pucang, Rabu (9/9/2026).
Menurut Farah, proses pendataan pedagang dilakukan dengan melibatkan sejumlah pihak, termasuk kecamatan dan kelurahan. Pendataan tersebut bertujuan memastikan para PKL yang nantinya menempati area lantai 2 dapat tertata dengan baik.
Namun, Farah menyebut aktivitas pedagang di lantai 2 saat ini belum sepenuhnya berjalan. Salah satu faktornya adalah suasana bulan Maulid, sehingga sebagian pedagang masih pulang ke daerah asal.
“Belum aktif secara keseluruhan karena masih ada beberapa perbaikan yang dilakukan. Selain itu, karena bulan Maulid, beberapa pedagang juga masih pulang ke daerah asal,” jelasnya.
Baca juga: Dana BPJS Karyawan Tersendat, PT Pasar Surya Akui Pendapatan Turun dan Pilih Mencicil Rp648 Juta
Farah menjelaskan, tujuan utama penataan PKL tersebut bukan sekadar memindahkan pedagang, melainkan mendorong kawasan Pasar Pucang Anom menjadi sentra kuliner, khususnya kuliner malam. Selama ini, aktivitas kuliner malam di sekitar pasar cukup ramai, tetapi lokasinya masih banyak memanfaatkan bahu jalan.
“Tujuannya lebih ke sentra kuliner. Kalau malam, memang di sini yang ramai kuliner malam. Namun, tempatnya belum memadai karena banyak yang berjualan di bahu jalan. Menurut Pak Wali, kondisi tersebut juga menyebabkan kemacetan,” katanya.
Ia menambahkan, mayoritas pedagang menyambut baik penataan tersebut dan tidak melakukan penolakan. Para pedagang dinilai cukup kooperatif, terlebih kawasan Pucang selama ini telah dikenal masyarakat sebagai salah satu lokasi kuliner malam di Surabaya.
Baca juga: Diduga Ada Masalah Tata Kelola, PT Pasar Surya Tunggak BPJS Karyawan Rp648 Juta
Farah berharap keberadaan PKL di lantai 2 dapat menghidupkan kembali area tersebut. Terlebih, lokasi lantai 2 selama ini dinilai kurang terlihat dari luar sehingga aktivitas di dalam pasar belum terlalu terekspos.
“Harapan kami, kawasan ini semakin ramai. Pucang cukup dikenal di media sosial karena kuliner malamnya. Dengan adanya PKL yang masuk ke lantai 2, mudah-mudahan dapat turut meramaikan dan menghidupkan kembali lantai 2 Pasar Pucang,” pungkas Farah. tyan
Editor : Redaksi