Suzuki APV dan Yamaha N-Max Tabrakan di Jalan Kapuas Kota Madiun, Pemotor Diduga Patah Tulang

MADIUN (Realita) – Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil pikap Suzuki APV dan sepeda motor Yamaha N-Max terjadi di Jalan Kapuas, Kota Madiun, Rabu (9/9/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, kedua pengendara harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Mobil Suzuki APV yang terlibat dalam kecelakaan tersebut diduga merupakan kendaraan berpelat merah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Madiun. Namun, terkait status dan kepemilikan kendaraan itu, masih diperlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Kota Ipda Eko Hartono saat dikonfirmasi Realita.co membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

“Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara mobil pikap Suzuki APV dengan sepeda motor Yamaha N-Max di Jalan Kapuas, Kota Madiun,” jelas Eko Hartono, Rabu (9/9/2026). 

Menurutnya, kecelakaan bermula saat Suzuki APV yang dikemudikan AP, 41, warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, melaju dari arah barat menuju timur di Jalan Kapuas.

Di ruas jalan yang sama, dari arah berlawanan, melaju sepeda motor Yamaha N-Max yang dikendarai OFC, 43, warga Desa Karangsono, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan.

Tabrakan kemudian terjadi di Jalan Kapuas. Petugas Satlantas Polres Madiun Kota langsung melakukan penanganan di lokasi serta mengumpulkan keterangan untuk memastikan rangkaian kejadian dan faktor yang menyebabkan kecelakaan.

“Untuk kronologi lengkapnya masih kami lakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Eko mengatakan, kepolisian juga memfasilitasi mediasi antara kedua pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Polisi juga masih melakukan penanganan dan pemeriksaan terhadap kejadian tersebut untuk mengetahui secara jelas kronologi kecelakaannya,” katanya.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan kedua pengendara telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Berdasarkan informasi sementara, pengendara Yamaha N-Max mengalami cedera yang diduga berupa patah tulang.

Saat ini, kepolisian masih mendalami posisi serta pergerakan masing-masing kendaraan sebelum terjadi benturan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab dan kronologi kecelakaan secara lebih jelas.

“Kami masih mendalami kejadian tersebut, termasuk posisi dan pergerakan masing-masing kendaraan sebelum terjadi benturan,” pungkas Eko.yw

Editor : Redaksi

Berita Terbaru