BATU (Realita)- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan sabana antara Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang masih belum sepenuhnya terkendali. Titik api masih terpantau hingga Minggu malam.
Kapolres Batu Polda Jatim AKBP Dr. Aris Purwanto memimpin apel kesiapan penanganan karhutla di Pos Penanggulangan Bencana, Dusun Tulungrejo, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Senin (14/9/2026).
Baca juga: Pansus DPRD Kota Batu Tolak Pemindahan Bidang Pora ke Dinas Pariwisata
Apel yang berlangsung pukul 08.15 WIB itu diikuti sekitar 50 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Malang, Perhutani, pemerintah desa, DLH, serta relawan.
Dalam arahannya, Kapolres Batu mengatakan, jajaran Polres Batu bersama instansi terkait masih menerapkan status siaga darurat sejak 30 Agustus 2026. Status tersebut dipertahankan lantaran titik api di kawasan perbukitan belum sepenuhnya padam.
Ia meminta seluruh personel mengutamakan keselamatan dengan mempertimbangkan kondisi medan, cuaca, arah angin, dan jalur menuju lokasi kebakaran.
“Tidak boleh lengah. Kita jaga kekompakan, kesehatan, dan keselamatan. Upaya yang kita lakukan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” tegas Kapolres.
AKBP Dr. Aris Purwanto juga meminta seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi dan bergerak cepat mengantisipasi potensi meluasnya api. Masyarakat maupun pihak yang tidak berkepentingan juga diminta tidak memasuki kawasan hutan selama proses penanganan berlangsung. Harapnya.
Baca juga: Dinas Pendidikan dan Kemenag Kota Batu Gelar Festival “Operasi Anak Saleh” Sambut Idul Adha 1447 H
Sementara itu, Administratur/KKPH Malang Perum Perhutani KPH Malang Kelik Djatmiko mengatakan proses pemadaman masih menghadapi kendala, terutama embusan angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut berpotensi membuat bara kembali menyala dan memunculkan titik api baru.
Sebagai upaya mempercepat pemadaman, operasi water bombing dikerahkan pada Senin pagi mulai pukul 07.30 WIB.
“Kami juga mengingatkan para relawan agar senantiasa memperhatikan medan, cuaca, dan jalur yang dilewati mengingat angin kencang berpotensi meniup sisa bara api hingga memicu titik api baru,” ujar Kelik.
Koordinasi juga diperkuat dengan wilayah perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan api akibat perubahan arah angin.
Baca juga: Curas Berkedok Kencan Online di Batu Terungkap, Dua Pelaku Ditangkap di Rumah Kos
Petugas mengimbau warga di sekitar kawasan hutan untuk sementara tidak melakukan aktivitas di dalam hutan hingga kondisi dinyatakan aman. Keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas selama penanganan karhutla berlangsung.
Ps. Kasi Humas Polres Batu Iptu M. Huda Rohman mengatakan, koordinasi dengan wilayah perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar turut diperkuat.
" Antisipasi tersebut dilakukan karena perubahan arah angin berpotensi membawa dampak terhadap kawasan yang berada di wilayah perbatasan," ungkapnya. (Ton)
Editor : Redaksi