Jadi Saksi di Persidangan, Korban Pelecehan Pelatih Perbakin Masih Trauma

SURABAYA (Realita)– DS, 15 tahun, kembali harus berhadapan dengan pengalaman yang membuatnya trauma. Remaja yang pernah aktif berlatih menembak itu hadir sebagai saksi korban dalam persidangan perkara dugaan pelecehan seksual dengan terdakwa Jan Leon di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin, 14 September 2026.

DS bahkan belum sanggup memberikan kesaksian ketika terdakwa berada di ruang sidang. Hakim kemudian meminta Jan Leon dibawa keluar. Setelah terdakwa meninggalkan ruangan, DS baru menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman yang dialaminya masih membekas. Keluarga mengatakan DS kini merasa takut ketika berhadapan dengan hal-hal yang mengingatkannya pada aktivitas latihan menembak.

Padahal, sebelum perkara itu muncul, olahraga menembak merupakan bagian penting dalam kehidupan DS. Remaja yang baru menyelesaikan pendidikan SMP itu dikenal tekun berlatih dan memiliki keinginan untuk berprestasi dalam sejumlah kejuaraan.

Kini situasinya berubah. Lapangan tembak dan perlengkapan latihan yang sebelumnya menjadi bagian dari kesehariannya justru dapat memicu rasa takut.

Ayah DS, JF, 37 tahun, mengatakan perubahan sikap putrinya mulai terlihat ketika DS tiba-tiba meminta berhenti berlatih. Awalnya, keluarga mengira keputusan tersebut hanya keinginan sesaat.

Keluarga bahkan sempat meminta DS tetap melanjutkan latihan karena ada agenda olahraga yang dinilai dapat menjadi kesempatan baginya untuk mengembangkan prestasi.

Namun, di balik keinginannya untuk berhenti, DS menyimpan persoalan yang tidak segera disampaikan kepada keluarganya.

Menurut JF, putrinya akhirnya menceritakan pengalaman yang dialaminya kepada ibunya pada suatu malam. Saat itu, DS disebut menangis dan mengungkap dugaan pelecehan yang dialaminya.

“Akhirnya dia tertekan, cerita nggak berani ke saya langsung, ke mamanya pada Senin malam jam 9 malam. Mamanya telepon saya, ada pelecehan itu tadi,” ujar JF saat ditemui di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin.

Menurut cerita yang disampaikan kepada keluarga, dugaan pelecehan tersebut dilakukan oleh seorang pelatih menembak berinisial JL, yang kemudian menjadi terdakwa dalam perkara tersebut.

Peristiwa itu disebut terjadi lebih dari sekali dan di sejumlah lokasi. Pada awalnya, hubungan DS dengan pelatih berjalan dalam konteks latihan olahraga. DS mengikuti program latihan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan menembaknya.

Namun, menurut keterangan yang disampaikan keluarga, DS mulai merasa tidak nyaman dengan perlakuan pelatih terhadap dirinya.

JF mengatakan putrinya juga bercerita bahwa ia kerap mendapat hukuman ketika melakukan kesalahan dalam latihan, antara lain ketika menjatuhkan magazine atau gagal mengenai sasaran.

Dalam kondisi sebagai atlet muda yang masih menaruh kepercayaan kepada pelatih, DS disebut tidak mengetahui harus berbuat apa ketika mengalami perlakuan yang membuatnya tidak nyaman. Ia memilih diam dan tidak segera menceritakannya kepada keluarga.

Situasi tersebut, menurut keluarga, berlangsung hingga akhirnya berdampak terhadap kondisi psikologis DS.

Setelah perkara masuk ke proses hukum, persoalan yang dihadapi keluarga bukan hanya memastikan proses persidangan berjalan, tetapi juga membantu DS menghadapi trauma.

JF mengatakan putrinya masih menunjukkan rasa takut ketika melihat tempat maupun perlengkapan yang berkaitan dengan olahraga menembak.

“Kalau melihat lapangan atau perlengkapan latihan, dia masih ketakutan,” ujar JF.

Keluarga kini berupaya memberikan pendampingan agar DS dapat melewati pengalaman tersebut dan kembali menjalani kehidupannya sebagai remaja.

Di ruang sidang, kesaksian DS menjadi bagian penting dalam proses pembuktian perkara. Keluarga berharap proses hukum berjalan secara adil dan memberikan perlindungan bagi korban.

Mereka juga berharap putrinya dapat perlahan memulihkan kondisi psikologisnya dan tidak terus dibayangi pengalaman yang membuatnya kehilangan rasa aman ketika menjalani aktivitas yang sebelumnya ia cintai.yudhi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru