JAKARTA (Realita)- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya dugaan permainan dalam pengawasan perpajakan. Purbaya menyoroti ada 40 pabrik baja asal China yang beroperasi di Indonesia tidak membayar pajak secara utuh.
Hal ini disampaikan Purbaya saat rapat kerja dengan Komite IV DPD RI di Jakarta, Senin, 14 September 2026, yang disiarkan melalui YouTube DPD RI.
Baca juga: Asyik Rapat bersama DPD, Purbaya Ditelpon 'Bapak' dan Langsung Dipecat
Purbaya awalnya mengatakan masih terdapat kebocoran dalam sistem perpajakan dan kepabeanan yang perlu dibenahi.
Ia kemudian menyoroti kepatuhan pajak sejumlah perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia, yakni pabrik baja asal China.
Baca juga: Menteri Purbaya: Masih Banyak Rakyat yang Suka MBG
"Contohnya, ada 40 pabrik baja China di sini yang beroperasi, utamanya cash-basis, jadi bayar pajaknya sepersekianlah. Pegawainya juga enggak di sana semua, sebagian besar, dan untungnya enggak ke kita (Indonesia)," kata Purbaya.
Ia menyinggung adanya anggapan dari sejumlah perusahaan bahwa aturan di Indonesia dapat diabaikan selama terdapat pihak yang bisa dibayar.
Baca juga: Purbaya Enggan Turuti Permintaan Tito Karnavian
Menurut Purbaya, praktik semacam itu merupakan penghinaan terhadap Indonesia dan tidak boleh dibiarkan.
"Dia bilang gini, 'nggak ada gunanya kita ikuti peraturan Indonesia, orang Indonesia enggak akan bisa berubah, dibayar selesai'. Itu kan menghina kita, Pak," kata Purbaya.pik
Editor : Redaksi