JAKARTA (Realita)- Heboh OTT KPK sikat pegawai BPN Kabupaten Bogor akhirnya bikin Kementerian ATR/BPN buka suara.
Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan angkat bicara di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Selasa (15/9/2026).
Baca juga: 20 Koper, 17 Orang di 1 Kantor Pertanahan! Ini Hanya Bogor, atau Puncak Gunung Es Kasus Sertifikat?
Ossy menegaskan, kementeriannya menghormati langkah hukum KPK dan bakal kooperatif penuh.
"Kedua, Kementerian ATR BPN akan juga bersikap kooperatif dan juga mendukung segala proses yang tengah dilakukan oleh aparat penegak hukum," ujar Ossy kepada awak media.
Namun Ossy enggan beberkan substansi perkara. Alasannya, proses masih jalan dan belum ada rilis resmi dari Gedung Merah Putih KPK.
Baca juga: Big Bos Summarecon Ikut Kena OTT KPK di BPN Bogor! 17 Diamankan, 20 Koper Duit Ratusan Miliar Disita
"Jadi saya mohon juga publik bisa bersabar, kita tunggu aparat penegak hukum sedang bekerja, dan setelah itu tentunya kita akan selalu menghargai dan menghormatinya," katanya.
Ia minta publik jangan bikin spekulasi liar soal kasus dugaan suap pengurusan HGB yang menyeret Dirjen PPTR, Kepala Kantah Bogor, Kepala Kantah Tangerang, hingga Bos Summarecon itu.
"Tidak perlu kita membuat spekulasi ataupun kontroversi lainnya. Kita tunggu sama-sama APH pasti menyampaikan secara resmi apa yang terjadi," tegasnya.
Baca juga: Usai Diobok-Obok Polda Metro, Pejabat BPN Kabupaten Bogor Di-OTT KPK
Sebelumnya KPK disebut sita 20 koper uang ratusan miliar dalam OTT tersebut. Total 17 orang diamankan.
Kita tunggu kabar rekontruksi perkara dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Lembaga Anti Rasuah tersebut.(ta)
Editor : Redaksi