JAKARTA (Realita)- Setelah meloloskan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wapres RI, beberapa tahun kemudian Hasyim Asy'ari menjadi komisaris salah satu perusahaan BUMN.
Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, melontarkan sindiran keras kepada mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari, terkait jabatan itu.
Baca juga: Feri Amsari Kritik Gibran: Harusnya Tegas Saja, Ada Ijazah SMA atau Tidak
Doli membalas sindiran Hasyim, di tengah polemik dugaan penyelundupan pasal dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023 yang mengatur pencalonan presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2024.
Polemik ini mencuat setelah Hasyim membantah tudingan bahwa Pasal 18 ayat (3) PKPU tersebut diselundupkan untuk meloloskan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden.
Hasyim sebelumnya menyebut ketentuan itu dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada 20 September 2023. Ia juga menyinggung Doli yang saat itu menjabat Ketua Komisi II DPR RI karena menandatangani dokumen kesimpulan rapat tersebut.
Hasyim kemudian menyindir Doli dengan pernyataan, "Lupa boleh, munafik jangan."
Merespons sindiran tersebut, Doli justru mengungkit rekam jejak Hasyim yang diberhentikan dari jabatan Ketua KPU. Ia menilai pernyataan Hasyim seolah menggambarkan dirinya sendiri.
Baca juga: Bobby Nasution Komentar Soal Gibran: Setahu Saya Sarjana
"Dia lupa, dia sudah pernah dua kali dipecat sebagai ketua KPU karena kemunafikannya," kata Doli.
Doli juga menyoroti jabatan komisaris BUMN yang kini diemban Hasyim. Ia mempertanyakan siapa pihak yang menunjuk mantan Ketua KPU tersebut hingga mendapatkan posisi itu.
"Saya tanya, dia sekarang posisinya sebagai komisaris di salah satu BUMN. Coba tanya sama dia, dia itu dapat dari mana komisaris itu? Hadiah dari siapa?" ujarnya.
Baca juga: Masih Terkait Gibran, Sembilan Hakim MK Dilaporkan ke MKMK
Menurut Doli, sejauh pengetahuannya, Hasyim tidak memiliki latar belakang yang berkaitan dengan bidang perkebunan, yang menjadi salah satu sektor usaha BUMN tempatnya menjabat sebagai komisaris.
Karena itu, Doli meminta Hasyim menjelaskan alasan dan proses penunjukannya sebagai komisaris.
"Kok bisa dia dapatkan posisi jadi komisaris itu?" kata Doli.ha
Editor : Redaksi