Berawal dari Obrolan Podcast, Raditya Dika Ajak Masyarakat Lebih Peduli Perawatan Gigi

Reporter : Redaksi
Raditya Dika menjadi brand ambassador usmile untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut.

JAKARTA (Realita)— Perawatan gigi kerap dimulai dari keinginan memiliki senyum lebih putih dan napas segar. Namun, menjaga kesehatan mulut tidak berhenti pada penampilan. Kebersihan gusi dan sela gigi juga perlu diperhatikan untuk mengurangi penumpukan plak yang dapat memicu masalah gigi dan gusi.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian penulis sekaligus komedian Raditya Dika ketika mengenal lebih jauh dunia perawatan gigi. Melalui perbincangan dengan ilmuwan riset dalam sebuah podcast, Raditya mengaku tertarik memahami proses pengembangan produk dan alasan setiap produk dirancang untuk kebutuhan yang berbeda.

Baca juga: Gigi Bersih Belum Tentu Putih, Warna Alami dan Noda Jadi Faktor

Pengalaman itu kemudian berlanjut ke kolaborasinya dengan usmile, perusahaan perawatan mulut yang menunjuk Raditya sebagai brand ambassador di Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, ia diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai perawatan gigi dengan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.

“Saya pertama kali mengenal usmile melalui obrolan di podcast bersama Prof. Liu, Chief R&D Scientist usmile. Di sana, saya bisa bertanya langsung tentang riset di balik produknya dan memahami bagaimana setiap produk dikembangkan untuk kebutuhan yang berbeda,” ujar Raditya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Raditya, pembahasan mengenai perawatan gigi menjadi menarik ketika tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga menjelaskan pengetahuan di balik penggunaannya. Ia berharap informasi tersebut dapat disampaikan secara santai dan mudah dipahami audiens.

Di luar persoalan tampilan gigi, kesehatan gusi dan kebersihan sela gigi merupakan bagian penting dari perawatan mulut. Dokter gigi Zahrah Almira menjelaskan, plak merupakan lapisan biofilm yang mengandung bakteri. Jika menumpuk, plak dapat berkontribusi terhadap masalah gigi dan gusi.

“Biasanya orang mulai memperhatikan perawatan gigi karena ingin napas lebih segar atau gigi terlihat lebih putih. Itu bisa menjadi awal yang baik, tetapi kebersihan di sepanjang garis gusi dan sela gigi juga perlu diperhatikan,” jelas Zahrah.

Baca juga: Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Memicu Bau Mulut

Ia menjelaskan, perawatan dasar sehari-hari mencakup menyikat gigi dua kali sehari selama dua menit menggunakan pasta gigi berfluorida serta membersihkan sela gigi setiap hari. Penyikatan perlu dilakukan dengan tekanan lembut dan menjangkau seluruh permukaan gigi.

Selain kebiasaan menyikat gigi, masyarakat juga perlu mengenali perbedaan kebutuhan perawatan. Noda pada permukaan gigi, warna alami gigi, bau mulut, dan kondisi enamel tidak selalu memiliki penyebab maupun penanganan yang sama. Karena itu, pemilihan produk sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi gigi serta gusi.

Keluhan seperti gusi yang sering berdarah, pembengkakan, atau bau mulut yang terus muncul juga tidak sebaiknya diabaikan. Pemeriksaan ke dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.

Dalam publikasinya pada Juni 2025, Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa 12,4 persen peserta Program Cek Kesehatan Gratis mengalami masalah gusi ketika program tersebut telah menjangkau hampir sembilan juta penduduk. Angka itu menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan gusi, meski tidak dapat langsung dianggap mewakili kondisi seluruh penduduk Indonesia.

Baca juga: Rawat Gigi Bisa Mahal, Dokter TikTok 'Malaikat Pencabut Gigi' Bagikan Tips Pencegahannya

Country Director usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle, mengatakan, kolaborasi dengan Raditya merupakan upaya mendekatkan pembahasan mengenai inovasi perawatan mulut kepada masyarakat. Perusahaan tersebut memiliki sejumlah produk, mulai dari pasta gigi hingga sikat gigi elektrik dan alat pembersih sela gigi menggunakan aliran air.

Namun, teknologi dan produk perawatan tetap menjadi bagian pendukung dari kebiasaan menjaga kesehatan mulut. Menyikat gigi dengan benar, membersihkan sela gigi, serta melakukan pemeriksaan secara berkala tetap menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan gigi dan gusi.

Melalui pendekatan komunikasi yang ringan, pembahasan mengenai perawatan gigi diharapkan tidak hanya berhenti pada urusan penampilan, tetapi juga mendorong masyarakat memahami kebutuhan kesehatan mulutnya sendiri.yudhi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru