Golkar Dukung Pilkada Bupati-Wali Kota Dipilih DPRD, Bukan Langsung oleh Rakyat

Reporter : Suprianto
Ketua DPD Partai Golkar Kota Batu, Drs. Didik Machmud H. M.M. foto: Anton

BATU (Realita)- Partai Golkar mendorong perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah, khususnya bupati dan wali kota, agar dipilih melalui DPRD, bukan secara langsung oleh rakyat.

Usulan ini menjadi salah satu gagasan Golkar dalam pembahasan sistem pemilu mendatang. Kata Didik Machmud saat HUT Partai Golkar ke 62. Sabtu (24/10/2026) 

Baca juga: HUT ke-62 Golkar, DPD Kabupaten Madiun Awali Peringatan dengan Pendidikan Politik dan Santunan Anak Yatim

Ketua DPD Partai Golkar Kota Batu, Drs. Didik Machmud H.,M.M.,menyampaikan, usulan tersebut merupakan bagian dari aspirasi politik Golkar yang diharapkan mendapat dukungan dari sejumlah partai lain. Namun, mekanisme pemilihan kepala daerah itu masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.

“Bagaimana kalau pemilihan kepala daerah, khususnya bupati dan wali kota, bisa dipilih oleh partai politik melalui DPRD. Artinya tidak langsung,” ungkapnya Didik. 

Didik Machmud H. yang juga anggota DPRD Kota Batu menegaskan, usulan tersebut khusus menyangkut pemilihan bupati dan wali kota. Sementara mekanisme pemilihan gubernur dan presiden tidak termasuk dalam usulan yang disampaikannya tersebut.

Menurut dia, pembahasan mengenai perubahan sistem pemilu masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Ia juga menyebut informasi yang diterimanya, persoalan tersebut tengah digodok di Komisi II DPR RI.

Baca juga: Golkar Kabupaten Madiun Konsolidasi, 15 PK Dilantik untuk Periode 2026-2031

Selain wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD, Golkar juga mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 5 persen yang diharapkan berlaku di seluruh tingkatan legislatif, mulai DPR RI, DPRD provinsi hingga DPRD kabupaten/kota.

Meski demikian, ia mengakui realisasi usulan tersebut bergantung pada komunikasi dan kesepakatan dengan partai politik lain.

“Politik itu tidak bisa berjalan sendiri, butuh bergandengan. Tidak boleh ngotot semua harus keinginan kita. Harus ada komunikasi dan saling berbagi,” ujarnya.

Baca juga: Golkar Ingatkan PDIP soal MBG: Tak Menolak saat Penganggaran

Di sisi lain, DPD Golkar Kota Batu juga menargetkan peningkatan perolehan suara dan kursi legislatif pada Pemilu 2029. Saat ini, Golkar Kota Batu memiliki empat kursi DPRD dan berharap jumlahnya meningkat menjadi enam kursi.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya mendorong setiap daerah pemilihan (dapil) meningkatkan perolehan suara sekaligus memperkuat soliditas kader dan pengurus.

Menurutnya, kekompakan internal menjadi modal penting bagi partai untuk memperluas dukungan masyarakat dan menghadapi kontestasi politik mendatang.(Ton)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru