JAKARTA (Realita)- Kementerian Agama menggagas gerakan mengenakan sarung dan peci satu kali dalam sepekan untuk merawat identitas budaya Nusantara sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap tradisi bangsa.
Gagasan ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Festival Sarung dan Peci Santri 2026 di Jakarta, dalam rangkaian peringatan Hari Santri.
Baca juga: Prabowo: Kita Kuat, Kita Kaya
Meski diharapkan menjadi kegiatan rutin, Menag menegaskan bahwa penggunaan sarung dan peci tidak bersifat wajib, melainkan tetap mempertimbangkan kenyamanan serta kebutuhan pegawai.
Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, turut mengusulkan gerakan “Selasa Bersarung” di lingkungan Direktorat Jenderal Pesantren.
Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat penghargaan terhadap tradisi pesantren sekaligus meluruskan anggapan bahwa pakaian tradisional identik dengan keterbelakangan.
Baca juga: Prabowo Sebut Hanya Hujan yang Bisa Atasi Karhutla
Menurut Basnang, kemajuan seseorang tidak ditentukan oleh busana yang dikenakan, tetapi oleh pola pikir, keluasan pengetahuan, dan kontribusinya bagi masyarakat.ha
Editor : Redaksi