BATU (Realita)- Pemerintah pusat mendorong desa-desa di Indonesia tidak hanya berkembang menjadi desa maju dan mandiri, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor melalui produk-produk unggulannya. Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Ir.H. Ahmad Riza Patria, M.B.A., saat membuka Indonesia Binar Expo 2024 di Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan yang untuk pertama kalinya digelar di Indonesia tersebut dipusatkan di Kota Batu sebagai ajang promosi potensi ekonomi desa, UMKM, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Senin (2/11/2026)
Baca juga: Wali Kota Bekasi Lantik 67 Pejabat, Tekankan Birokrasi Harus Hasilkan Outcome
Menurutnya, Indonesia Binar Expo menjadi ruang bagi pelaku ekonomi desa untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan, mulai sektor pertanian, perikanan, perkebunan, kehutanan hingga ekonomi kreatif dan digital.
" Tidak hanya sebatas pameran, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka jejaring dan kolaborasi antardesa sehingga produk unggulan dapat dipasarkan lebih luas, bahkan menembus pasar internasional,"
"Desa-desa tidak hanya diwujudkan menjadi desa yang maju dan mandiri, tetapi harus menjadi desa ekspor," tegasnya.
Ia menjelaskan, kemampuan menembus pasar ekspor bukan sekadar memberikan tambahan pendapatan dan devisa negara. Lebih dari itu, tuntutan standar ekspor akan mendorong masyarakat desa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kedisiplinan, profesionalisme, serta mutu produk.
" Dengan demikian, desa memiliki daya saing lebih kuat dan mampu mempercepat pembangunan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Batu Terima Peta Kawasan Hutan Sumberbrantas dan Tulungrejo, Perjelas Kepastian Batas Wilayah
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurochman mengapresiasi penyelenggaraan Indonesia Binar Expo yang dinilai sejalan dengan semangat pembangunan Kota Batu melalui visi Mbatu Sae.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi kementerian dan pihak swasta sekaligus momentum memperkenalkan potensi desa, khususnya di tengah peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu.
"Ini sangat sejalan dengan pemikiran dan gagasan di Batu Sae, bagaimana desa terus tumbuh dan berkembang dengan seluruh potensinya," ungkap Nurochman.
Baca juga: Selamatan ke-192 Kelurahan Sisir, Nurochman Tekankan Pelestarian Budaya dan Sumber Mata Air
Ia menyebut, Pemkot Batu terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui pembinaan UMKM, persiapan regenerasi petani lewat program Smart Integrated Farming, serta penguatan kemandirian desa melalui pelayanan kesehatan satu desa/kelurahan satu dokter.
Program-program tersebut, lanjutnya, juga dapat menjadi bahan berbagi pengalaman dengan peserta dari berbagai daerah yang mengikuti Indonesia Binar Expo.
Terkait pengembangan desa wisata yang dinilai masih belum optimal, Nurochman menyatakan Pemkot Batu tengah menyiapkan arah kebijakan melalui penyelesaian Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (Riparda). (Ton)
Editor : Redaksi