Jokowi Pamerkan Ijazah, Roy Suryo malah Tertawa Terbahak-bahak

realita.co
Roy Suryo tampak tertawa saat Jokowi memamerkan ijazahnya. Foto: Youtube Refly Harun

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah pendidikannya mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Momen tersebut mengundang reaksi terdakwa kasus dugaan ijazah palsu, Roy Suryo, yang terlihat tertawa.

Baca juga: Roy Suryo Yakin Ijazah yang Dipamerkan Jokowi Beda dengan yang Ditunjukkan saat Gelar Perkara


Peristiwa itu terjadi saat Jokowi memberikan kesaksian dalam sidang perkara dugaan tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis (5/11/2026).


Berdasarkan pantauan di lokasi, Roy Suryo terlihat tertawa ketika Jokowi menunjukkan ijazah pendidikannya di hadapan persidangan.

Sebelumnya, Jokowi juga menjelaskan proses penyusunan hingga pencetakan skripsinya. Ia mengungkapkan, pengajuan judul skripsi dilakukan hingga tiga kali kepada dosen pembimbingnya, Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro.

"Yang Mulia, dalam hal skripsi saya ingin menyampaikan bahwa skripsi ini kami buat dengan mengajukan proposal judul sampai tiga kali kepada dosen pembimbing skripsi saya, yaitu Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro," ucap Jokowi.

Jokowi kemudian menjelaskan bahwa judul skripsi yang disetujui adalah 'Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta'.

Baca juga: Sudah Pamerkan Ijazahnya tapi Dibilang Roy Suryo Palsu, Jokowi: Saya Keberatan Semua Yang Mulia

Ia mengatakan, ujian skripsi dilaksanakan pada 23 Oktober 1985 dengan dosen penguji Ir. Sofyan Warsito dan Ir. P. Burhanuddin. Dalam ujian tersebut, Jokowi dinyatakan lulus dengan nilai A.

"Saya dinyatakan lulus dengan nilai A, dan kemudian setelah sedikit revisi, skripsi itu saya cetak di Percetakan Perdana, dengan cover dan lembar pengesahan oleh Percetakan Perdana. Kemudian halaman yang lainnya saya lakukan dengan ketik manual," tutur Jokowi.

Jokowi juga menanggapi persoalan penggunaan font Times New Roman pada sampul skripsinya yang dipersoalkan karena dinilai belum tersedia pada 1985.

Baca juga: PSI Kerahkan Massa Dukung Jolowi di PN Jakarta Timur

Ia menyebut ribuan skripsi lain yang dicetak di Percetakan Perdana pada periode tersebut juga menggunakan jenis huruf serupa.

"Kalau dikatakan bahwa covernya pakai Times New Roman yang itu belum ada di tahun 1985, nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa. Bukan hanya skripsi saya saja, Yang Mulia," pungkasnya.oke

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru