DPRD Surabaya Minta Pembangunan Rusun Dievaluasi

realita.co
Aning Rahmawati.

SURABAYA(Realita)-Pembangunan rumah susun (Rusun) yang dilakukan Pemerintah Kota(Pemkot) Surabaya menjadi masalah. DPRD Kota Surabaya meminta supaya pembangunan dievaluasi menjadi lebih baik.

Permintaan evaluasi karena masyarakat masih banyak yang menganatre untuk mendapatkan tempat tinggal bersusun tersebut. Hal ini terjadi lantaran tidak ada kejelasan Pemkot untuk melakukan pendataan

Baca juga: Ketua Komisi A Ajak Warga Surabaya Tempuh Jalur Legislatif

“Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Surabaya meminta Pemkot mengevaluasi pembangunan rumah susun (rusun) karena banyaknya warga yang antre tinggal di rusun,” kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Aning Rahmawati.

Baca juga: Banjir Surabaya, DPRD Minta Kecamatan Lebih Aktif

Ia meminta Pemkot untuk memikirkan nasib sekitar 9.000 warga yang antre untuk menempati rusun tersebut. “Dengan antrean tersebut dan melihat biaya pembangunan rusun yang masih tinggi atau senilai Rp8,5 juta/m2, tentunya harus dikaji lagi,” paparnya.

Baca juga: Dinas Peternakan dan DPRD Jatim Serahkan Bantuan Kendaraan Roda Tiga

Lebih lanjut Aning menuturkan, untuk 100 unit dalam 1 tower dibangun dengan biaya Rp 23 miliar atau Rp 210 juta per unit. Selama ini hanya 5 lantai dengan biaya perawatan Rp 5 miliar per tahun se-Kota Surabaya (103 tower). “Komisi C mendorong Pemkot Surabaya untuk punya roadmap pengentasan warga yang antrean untuk tinggal di rusun,” paparnya.arif

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru