Atasi Sampah dengan Briket, Khofifah Minta Bupati/Walkot Beguru ke Ponorogo

realita.co
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi lokasi produksi briket di TPA Mrican bersama Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

PONOROGO (Realita)- Inovasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mengolah sampah plastik menjadi Briket, mendapat apresiasi dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Bahkan orang nomor satu di Jawa Timur itu meminta Bupati dan Wali Kota (Walkot) di Jatim untuk berguru ke Ponorogo, guna mengatasi permasalah sampah yang menumpuk di Tempat Penimbunan Akhir (TPA).

Hal ini disampaikan Gubernur Khofifah saat mengunjungi tempa produksi Briket di kawasan TPA Mrican, Kecamatan Jenangan, Ponorogo, Senin (08/11).

Baca juga: TPA Cipeucang Overload, Warga Serpong Minta Ditutup karena Ancam Rumah dan Cemari Lingkungan

Dalam kunjungan kerja (Kunkernya) di Ponorogo itu, Khofifah mengaku bangga dengan apa yang dilakukan oleh Ponorogo. Pasalnya, pembuatan Briket dari sampah plastik tak hanya dapat mengurangi timbunan sampah di TPA, juga dapat mendatangkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

" Ini sesuatu yang menurut saya luar biasa. Tidak hanya mendatangkan rupiah tapi juga berkah. Ini format renewable energi. Dari tumpukan sampah bisa diolah jadi Briket. Kami berharap Kabupaten/Kota di Jawa Timur bisa kirim timnya ke Ponorogo," ujarnya.

Baca juga: KPK Periksa Sejumlah Pejabat Pemkab Ponorogo di Polres Madiun Kota, Pasca Penangkapan Bupati Sugiri

Khofifah menambahkan, kendati baru sebulan beroparsi namun produk sumber pembakaran dari plastik ini telah menunjukkan peningkatan siginifikan. Terkait kadar dioksin yang timbul akibat pembakaran briket plastik diklaim masih dibawah ambang batas.

" Baru sebulan tapi sudah luas marketnya, ini sudah ke Gersik, Lumajang, Kediri, Pasuruan. Tadi juga saya tanya bagaimana kadar dioksinnya, dijawab masih dibawah ambang batas. Berarti aman," akunya.

Baca juga: Ungkap Gratifikasi Proyek, KPK Obok-Obok Rumah Ketua KONI hingga Anggota Dewan

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengeklaim, dari 4 mesin penghasil briket, pihaknya mampu mengurangi 30 persen timbunan sampah dari 90 ton produksi sampah di TPA Mrican pet hari. Briket ini sendiri telah dikirim ke 4 wilayah di Jatim, dengan satu ton dijual 700.000.

"Untuk PAD kita dapat 20 persen dari hasil penjualan. Untuk satu mesin briket bisa mengahasilkan 4 ton sampai 8 ton," pungkasnya. lin

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru