Gempa Bantul 6,4 M Buat Ratusan Pengunjung Mall di Ponorogo Kocar-Kacir

Advertorial

PONOROGO (Realita)- Getaran gempa 6,4 Magnitudo yang terjadi di barat daya Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta dirasakan hingga ke Kabupaten Ponorogo. 

Bahkan, kencangnya getaran gempa ini membuat ratusan pengunjung salah satu pusat perbelanjaan di Kota Ponorogo panik hingga lari berhamburan ke luar gedung tingkat tiga tersebut. 

Tak hanya meninggalkan barang belanjaanya, akibat terlalu panik akibat getaran gempa yang terjadi sekitar 10 detik itu, membuat para pengunjung hingga meninggalkan dompet dan HP nya, sejumlah anak balita pun histeris lantaran ditarik oleh orang tua mereka, untuk melarikan diri keluar gedung. 

" Saya panik sekali, tadi dompet sampai tertinggal di kasir. Getaran gempanya keras sekali di lantai tiga kami takut ada apa-apa, akhirnya memilih untuk lari keluar gedung," ujar salah satu pengunjung Luwes, Linda Ratnasari warga Kelurahan Mangkujaran Kecamatan Ponorogo, Jumat (30/06/2023). 

Senada dengan Linda, Eli Novitasari salah satu kasir di Mall Luwes mengaku pasrah saat getaran gempa terjadi, selain posisinya tengah menghitung barang belanjaan pengunjung, posisinya yang berada di lantai 3 membuatnya pasrah. 

" Saya pasrah saja, mau lari jauh. Ini saja masih panik, gematar kaki saya," akunya. 

Diketahui, berdasarkan rilis dari BMKG melalui akun resmi Twitternya, getaran hebat yang terjadi di Kabupaten Ponorogo, akibat gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 19, 57 menit, 43 detik di 86 kilometer Barat Dayat Kabupaten Bantul DI Yogyakarta atau tepatnya di 8,63 Lintang Selatan (LS) dan  110,08 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 25 kilometer di laut selatan Pulau Jawa. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Pemilik Toko Ditembak Mati

JOHANNESBURG (Realita)- Kamis pagi pukul 09:21, sebuah insiden mengerikan terjadi di Albertskroon, Johannesburg, di mana seorang pemilik toko setempat ditembak …

Gadis 12 Tahun Ditikam hingga Tewas

ALTA (Realita)- Kepolisian Sipil Nasional (PNC) memberikan rincian lebih lanjut pada hari Selasa, 3 Maret, terkait kasus tewasnya seorang gadis berusia 12 …