Karyawan Kios Buah Tewas usai Disiram Air Keras lalu Dibacok 4 Kali

JAKARTA- Sutomo, pria yang tewas di lapak dagangan buah di pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, merupakan seorang karyawan kios semangka. Aksi penyiraman air keras dan pembacokan itu terjadi di saat korban tengah melayani pembeli.

Akibat kejadian itu, korban tewas. Pelaku menyiram wajah korban dengan cairan air keras yang sudah disiapkan. Pelaku juga membacok tubuh korban sebanyak 4 kali. Diduga kuat, pelaku menyimpan dendam terhadap tersangka.

Setelah melihat korban tak bernyawa, pelaku pun kabur. Sementara korban masih menjalani autopsi di RS Polri Kramat Jati.

Selain itu, pedagang buah lainnya juga mengalami luka akibat terkena percikan air keras. Korban masih jalani perawatan di rumah sakit.

Dari keterangan Imron, seorang pekerja di kios lapak buah semangka, pelaku datang sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Pelaku datang dan menyiramkan air keras ke arah wajah korban. Pelaku juga membacok korban sebanyak empat kali.

"Pelaku langsung datangi korban, saat itu lagi melayani pembeli. Pelaku tiba-tiba datang dan menyiramkan air keras ke korban. Korban tidak bisa melihat lalu pelaku yang membawa senjata tajam jenis celurit, langsung membacok korban dan menyiram air keras sampai kena ke buah-buahan," kata Imron kepada wartawan, Senin, 8 Januari.

Saat beraksi pelaku seorang diri. Korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Ada masalah lama. Korban langsung dibacok sama pelaku. Korban sama pelaku kenal di pasar, sama-sama orang pasar," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Unit Reskrim Polsek Kramat Jati berhasil meringkus pelaku pembacokan terhadap pedagang buah semangka di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur pada Senin, 8 Januari.

Pelaku diketahui berinisial DJ (28). Dia ditangkap berikut barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk membacok korban. Motif pelaku masih didalami.

Baca Juga: ABG Mau Jual HP, Dibacok lalu Disiram Air Keras

 

Baca Juga: Terbakar Cemburu, Tukang Pijat Siram Istri dan Bayinya dengan Air Keras hingga Tewas

Editor : Redaksi

Berita Terbaru