Rumah Sakit di Gaza Pakai Gerobak Keledai untuk Gantikan Ambulans

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bagaimana situasi krisis kesehatan yang terjadi di Jalur Gaza. Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan Rumah Sakit Nasser yang ada di selatan Gaza harus tetap memberikan pelayanan di tengah pertempuran yang masih berlanjut.

"Rumah sakit beroperasi dengan satu ambulans. Gerobak keledai akhirnya digunakan untuk mengantarkan pasien," ucap Tedros dikutip dari edaran resmi WHO, Kamis (1/2/2024).

Baca Juga: Puluhan Tentara Israel Kena Infeksi Jamur, 1 Tewas

"WHO terus menghadapi tantangan ekstrem dalam mendukung sistem kesehatan dan petugas kesehatan. Hingga hari ini, lebih dari 100 ribu warga Gaza meninggal, terluka, hilang, dan diperkirakan tewas," sambungnya.

Tidak hanya itu, Tedros juga menyoroti ancaman kelaparan yang dapat dialami oleh warga Gaza. Kondisi ini semakin parah akibat perang yang tidak selesai dan terbatasnya akses bantuan kemanusiaan.

Tedros menambahkan situasi pembekuan bantuan kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) merupakan sebuah 'bencana besar'.

Baca Juga: BIADAB! AS Kirim 100 Bom Penghancur Bunker untuk Bantu Teroris Israel Hancurkan Gaza

"Tidak ada entitas lain yang memiliki kapasitas untuk memberikan skala dan luasnya bantuan yang sangat dibutuhkan oleh 2,2 juta orang di Gaza," katanya.

Pihak Israel mengklaim bahwa anggota staf UNRWA terlibat dan membantu serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober. PBB telah melakukan penyelidikan dan beberapa anggota staf telah dipecat. Direktur eksekutif kesehatan WHO Mike Ryan membantah hal tersebut.

Baca Juga: Tentara Teroris Israel Ini Rayakan Ultah Anaknya dengan Ledakkan Gedung di Gaza

"Kami bekerja sama dengan LSM tapi tidak berkolusi dengan siapapun. Ruang kemanusiaan sangat terbatas. Setiap aspek coba dilakukan oleh lembaga-lembaga dan LSM masih terbatas," kata Ryan.

"Kami terkendala dalam membawa bantuan melintasi perbatasan. Kami dibatasi dalam cari menyimpan dan mendistribusikannya. Banyak rencana distribusi yang ditolak atau dihalangi," pungkasnya.ah

Editor : Redaksi

Berita Terbaru