Angger Dimas: Anak Saya Tidak Tenggelam, tapi Ditenggelamkan

JAKARTA - Angger Dimas belum ikhlas untuk melepaskan anak semata wayangnya, Raden Andante yang meninggal dunia karena tenggelam beberapa waktu lalu. Angger Dimas mengajukan surat penolakan autopsi, karena melihat adanya kejanggalan di balik kematian anaknya.

Adanya surat penolakan autopsi tersebut, maka ia berharap agar proses penyelidikan terhadap kematian Raden Andante dinilai tak wajar.

Baca Juga: Pelajar SMA Tenggelam di Dermaga Danau Opi Jakabaring

"Karena kan waktu itu saya tidak tahu ada orang lain di sana hanya samar saja seperti yang saya selalu bilang," ujar Angger Dimas saat ditemui di Polda Metro Jaya pekan lalu.

"Kalau masih ada surat itu kan tidak bisa dilakukan otopsi, yang mana berarti tidak bisa diketahui penyebab wafatnya anak saya. Karena saya hanya ingin minta keadilan, dan diduga itu anak saya tidak tenggelam tapi ditenggelamkan," sambungnya.

Angger Dimas menduga kematian anaknya diduga ditenggelamkan. Meski begitu, ia pun belum memastikan karena peristiwa itu masih diselidiki oleh pihak berwajib.

Baca Juga: Bocah 12 Tahun Meninggal karena Epilepsi Kumat saat Main di Pantai

"Anak saya diduga tidak tenggelam tapi ditenggelamkan, itu yg membuat saya sangat, sangat emosi," ucap Angger Dimas menambahkan.

Lebih lanjut untuk mencari tahu fakta kematian anaknya itu Angger Dimas menyebut pihaknya mulai mencari titik terang hari meninggalnya Dante. Sehingga sebagai seorang ayah, ia berharap agar polisi segera mengungkap kebenaran dibalik kematian anaknya tersebut.

"Banyak yang mengira saya tidak bergerak, tidak, saya sudah bergerak dari H+1. Di saat ada kecurigaan saya, saya bergerak," beber Angger Dimas.

Baca Juga: Ikut Kegiatan Pramuka, Dua Siswa SD Tenggelam

"Dan juga dengan bantuan dari teman-teman kepolisian, serta saksi-saksi yang ada di TKP waktu itu, saya akhirnya memutuskan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut pribadi," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, almarhum Raden Andante diketahui meninggal dunia di RS Islam Pondok Kopi pada Sabtu (27/1/2024) pukul 18.00 WIB. Anak berusia enam tahun itu mengembuskan napas terakhir ketika tenggelam saat berenang di kolam air Tirtamas Pondok Kelapa, Jakarta Timur.oke

Editor : Redaksi

Berita Terbaru