Tak Pedulikan Peringatan AS, Netanyahu Perintahkan Tentara Israel Serang Rafah

 TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menolak usulan gencatan senjata dan pertukaran tahanan terbaru yang diajukan Gerakan Perlawanan Palestina Hamas.

Sebaliknya, dia menyetujui rencana militer Israel melancarkan operasi di kota Rafah, Gaza selatan, menurut media Israel pada Jumat (15/3/2024).

Baca Juga: AS Desak Warga Israel segera Gelar Pemilu untuk Singkirkan Netanyahu

“IDF (tentara Israel) bersiap untuk operasi tersebut dan mengevakuasi penduduk (sipil),” ungkap kantor Netanyahu yang dikutip Times of Israel.

Sebelumnya, Hamas mengumumkan di media sosial bahwa mereka telah menyampaikan visinya tentang pertukaran tahanan dengan Israel kepada mediator Qatar dan Mesir dan sedang mempertimbangkan perjanjian gencatan senjata yang akan melibatkan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Baca Juga: Demo Tuntut Netanyahu Mundur, 19 Warga Israel Ditangkap

Menurut Reuters, yang telah melihat proposal tersebut, kelompok Palestina mengusulkan pembebasan perempuan Israel, termasuk tentara perempuan, anak-anak, orang tua, dan sandera yang sakit, dengan imbalan Israel membebaskan antara 700 dan 1.000 tahanan Palestina.

Setelah pertukaran tahanan selesai, Hamas mengatakan pihaknya siap merundingkan tanggal gencatan senjata permanen. Namun Tel Aviv menolak usulan tersebut dan menuduh Hamas membuat “tuntutan yang tidak realistis.”

Baca Juga: Sibuk Perang, Perekonomian Israel Kacau

Netanyahu juga menegaskan kembali tekad Israel menyelesaikan misinya “menghilangkan” Hamas.

Keputusan Israel melanjutkan serangan darat ke Rafah terjadi setelah peringatan berulang kali dari komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Mesir, untuk tidak memasuki kota tempat sekitar 1,5 juta pengungsi Palestina berlindung.sn

Editor : Redaksi

Berita Terbaru