KSDLI Ajak Dokter Spesialis Dermatovenereologi & Estetika Tingkatkan Terus Skill Teknologi Laser

SURABAYA (Realita)- perkembangan teknologi alat laser dan mesin berbasis energi (EBD – Energy Based Devices) dalam dunia kecantikkan, mengharuskan para dokter spesialis Dermatovenereologi dan Estetika terus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.

Hal ini mendorong organisasi KSDLI (Kelompok Studi Dermatologi Laser Indonesia) menggelar kegiatan Symposium dan workshop bertema “Mastering The Beam” pada Sabtu, (11/05/24) di Hotel Bumi Surabaya dengan menggandeng PERDOSKI Surabaya.

Baca Juga: Begini Nasib Eks Kapolres Bandara Soetta, Usai Lakukan Perbuatan Tercela

Ketua KSDLI, dr. Andreas Widiansyah, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV menyampaikan bahwa, kemajuan dalam teknologi laser dan aplikasinya ikut berperan untuk menyediakan platform diskusi dan pertukaran pengalaman,

Untuk itu, penting sekali untuk semua dokter baik spesialis dermatovenereologi dan estetika; residen dan dokter umum terus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang laser atau EBD,” ucap dr. Andreas, Sabtu, (11/05/24).

Dalam kesempatan workshop kali ini, lanjut dr. Andreas, akan membahas terkait kemajuan terkini laser, perkembangan teknologi laser di berbagai kelainan dermatologis meliputi kelainan pimentasi, skar, kelainan vascular, peremajaan atau pengecangan kulit.

Ditempat yang sama, Ketua PERDOSKI Surabaya dr. Ni Putu Ary Widhyasti Bandem, M.Kes, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV mengapresiasi dan merasa bangga bisa menjadi bagian penting dari kegiatan yang membahas terkait kemajuan teknologi laser.

Baca Juga: Kisah dr. Helena Dalam Menangani Kasus Sensitif Lewat Chat Alodokter

“Di era modern ini, sangatlah penting untuk menyelenggarakan acara ilmiah yang berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui Simposium dan Workshop ini diharapkan menjadi platform yang efektif untuk berbagi pengetahuan dan peningkatan keterampilan,” terang dr. Ni Putu.

Melalui kegiatan workshop ini tidak hanya akan memperkaya pemahaman terkait dermatologi laser tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan standar layanan profesional, yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia.

Perlu diketahui, tehnologi laser bekerja dengan cara menembakkan gelombang cahaya ke dalam lapisan kulit yang ditargetkan. Pada awalnya teknologi laser dipakai di dunia kedokteran untuk mengatasi masalah kulit, mulai dari menghilangkan tanda lahir, tahi lalat, menghilangkan bulu di tubuh, hingga mengatasi kutil.

Baca Juga: IDI Dan Asosiasi Medis Dunia Susun Bersama Kode Etik Kedokteran Internasional

Dalam perkembangannya, teknologi laser ternyata diketahui memiliki manfaat dalam bidang estetika. Efek panas yang dihasilkan oleh sinar laser ternyata juga merangsang pembentukan kolagen dan memperbaiki tekstur kulit,” ungkapnya.

Menariknya dalam acara Symposium dan workshop juga menghadirkan beberapa perusahaan besar yang menampilkan kecanggihan teknologi laser dan EBD. Salah satunya adalah PT Sometech Indonesia yang menunjukkan kecanggihan teknologi laser dan alat pemotong jaringan.ys

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Dua Bocah Terseret Ombak

BOYOLALI- Dua bocah bernama Natan (08) dan Abian (12) asal Boyolali, terseret arus saat bermain air di Pantai Ngobaran sekitar pukul 14.45. Beruntung, keduanya …