Trihandy Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati ke Partai Hanura Nganjuk

NGANJUK (Realita) - Partai Politik (Parpol) saat ini telah membuka penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk. Salah satunya, Partai Hanura Nganjuk yang telah membuka penjaringan untuk calon Bupati maupun Wakil Bupati Nganjuk dari luar Partai.

Ketua tim Penjaringan Pencalonan Kepala Daerah (TPP) DPC Partai Hanura Nganjuk Sandy puguh didampingi anggota partai hanura yang lain Tarmadi mengatakan, untuk bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk dari luar partai yaitu Trihandy.

Baca Juga: YES Jadi yang Pertama Bacalonkada Lamongan ke PDI-P

” Alhamdulillah hari pertama yang mengambil formulir Trihandy dari luar partai, kita menunggu sampai 24 Mei mendatang. Siapa saja kita terima yang ingin maju menjadi kepala daerah,” kata Ketua tim penjaringan pencalonan, Sandy puguh, pada wartawan, Jumat (17/5/2024).

Sandy puguh mengungkapkan, adapun persyaratan bagi bakal calon kepala maupun wakil kepala daerah diantaranya usia minimal 30 tahun untuk calon Bupati Karimun dan wakil Bupati Karimun 25 tahun. Kemudian, menyerahkan daftar kekayaan, tidak dinyatakan pailit dan sebagainya.

Baca Juga: Partai Ummat dan PKS Dapat Kursi, Hanura Kandas di Lamongan

Sementara itu Trihandy ketika ditanya kenapa mengambil formulir diparpol lain, sedangkan dirinya sebagai kader partai Demokrat. Ia mengatakan, bahwasannya dipartainya sendiri saat ini belum melakukan penjaringan bakal calon kepala daerah. Sehingga, dirinya melakukan roadshow ke Parpol untuk mengambil formulir bakal calon Bupati Nganjuk.

” Kalau dari partai Demokrat saya sudah mendapat surat tugas dari DPP Demokrat Jawa Timur. Nah, roadshow ke Parpol untuk menjalin komunikasi politiklah,” tuturnya.

Baca Juga: Perjuangan Hanura untuk Perbaikan Pendidikan dan UMKM Sidoarjo

Masih kata Trihandy lagi, momentum pesta demokrasi dalam pemilihan kepala daerah harus diisi oleh orang-orang politik. Sehingga, orang politik itulah yang akan menentukan pemimpin daerah untuk lima tahun kedepan. Melalui, penjaringan bakal calon kepala daerah oleh Parpol untuk menentukan calonnya dipilih oleh masyarakat nanti.

” Nah, tentang money politik susah juga untuk mengukur atau menebak. Menurut saya bukan money politik tapi cost politik yang pasti ada disetiap pesta demokrasi. Tinggal tergantung kita bagaimana mengaturnya,” pungkas Trihandy pada wartawan.(Isk)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru