Program Magang MSIB batch 6 Ditutup, Wakil Wali Kota Armuji: Teruslah Belajar dan Berkarya

SURABAYA (Realita)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar penutupan program Magang Studi Independent Bersertifikat (MSIB) batch 6 tahun 2024, di Balai Kota, Kamis (27/6/2024). Program MSIB batch 6 ini, ditutup secara langsung oleh Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.

Dalam kesempatan ini, Wakil Wali Kota Armuji memberikan semangat dan apresiasi kepada 1.749 peserta mahasiswa yang hadir di penutupan MSIB batch 6. Ia Ingin, setelah mendapatkan pengalaman magang selama lima bulan terakhir, para mahasiswa itu dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara ke depannya.

Baca Juga: Panen Melon di Lahan Fasum, Kelompok Tani Caping Surabaya Siap Kembangkan Budidaya

“Teruslah belajar, berinovasi, dan berkarya, sehingga ke depannya bisa menjadi agen perubahan yang mampu membawa kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia,” kata Wakil Wali Kota Armuji. 

Wakil wali kota Surabaya yang akrab disapa Cak Armuji itu ingin, ilmu yang diserap dan pengalaman yang didapatkan selama magang, bisa diterapkan di masyarakat. “Kami harap, ke depannya mereka bisa menjadi pemuda pemudi yang tangguh, bisa siap terjun (di dunia kerja) apabila mereka nanti sudah diwisuda,” ujar Cak Ji. 

Baca Juga: PPDB Negeri Ditutup, Wali Kota Eri Cahyadi Arahkan Orang Tua Siswa ke Sekolah Swasta

Dalam kesempatan ini, Cak Ji tak lupa menyampaikan kepada seluruh para pimpinan perguruan tinggi dan pembimbing yang terlibat dalam program MSIB kali ini. Ia berharap, adanya program MSIB ini dapat memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa. 

“Tidak hanya mencetak generasi yang cerdas, akan tetapi secara akademis dan memiliki keterampilan yang praktis di dalam dunia kerja. Saya ucapkan terima kasih, mari kita terus berkolaborasi dan berinovasi untuk menciptakan lebih banyak lagi program-program yang dapat memberikan manfaat,” harapnya. 

Baca Juga: Wali Kota Eri Cahyadi Ingin Mahasiswa Penerima Beasiswa Pemuda Tangguh Bawa Perubahan Besar

Diketahui, sebelumnya para mahasiswa itu ditempatkan di 11 organisasi perangkat daerah (OPD), kantor kecamatan, dan kelurahan di seluruh Kota Surabaya. Seperti di tahun-tahun sebelumnya, para mahasiswa ini bertugas selama 5 bulan, membantu pelayanan kepada masyarakat di lingkungan Pemkot Surabaya. 

“Jadi mereka ini wajib diterjunkan ke masyarakat. Nah, mereka ini magang ke beberapa instansi, baik itu di pemkot maupun di instansi yang ada di Surabaya. Dengan begitu, maka akan lebih banyak menerima ilmu, di samping itu apa yang mereka dapat di bangku kuliah bisa diterapkan oleh mereka pada saat magang,” pungkasnya.ys

Editor : Redaksi

Berita Terbaru