SURABAYA (Realita)– Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026 serta forum konsultasi publik untuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026-2029. Acara ini berlangsung di Graha Sawunggaling, Kantor Pemkot Surabaya, Selasa (11/3/2025), Kurangi Pengangguran, Pemkot Surabaya Siapkan Pelatihan Berbasis Industri dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Musrembang RKPD dan Forum RPJMD ini bertujuan untuk merancang strategi pembangunan Surabaya selama lima tahun ke depan. Acara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Kepala Biro Administrasi Sumber Daya Alam Setdaprov Jawa Timur Budi Supriyanto, jajaran Forkopimda Kota Surabaya, serta perwakilan dari akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, perempuan, penyandang disabilitas, dan Forum Anak Surabaya (FAS).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa perencanaan pembangunan kali ini akan difokuskan pada penyelesaian tujuh prioritas utama, yaitu pengurangan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, penurunan angka kematian ibu dan bayi, penurunan angka stunting, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta pengurangan ketimpangan ekonomi atau gini rasio.
"Hari ini kita bukan sekadar berkumpul untuk acara seremonial, tetapi untuk merancang masa depan Surabaya lima tahun ke depan. Fokus kita adalah menyelesaikan tujuh prioritas pembangunan dengan melibatkan masyarakat secara aktif," ujar Wali Kota Eri.
Bonus Demografi dan Pembentukan Creative Hub
Dalam penyusunan RKPD 2026 dan RPJMD 2026-2029, Pemkot Surabaya juga menjadikan bonus demografi sebagai salah satu prioritas utama. Oleh karena itu, Pemkot akan membentuk Creative Hub di 31 kecamatan untuk meningkatkan keterampilan generasi muda.
"Ketika kita menurunkan kemiskinan, kita juga harus meningkatkan keterampilan anak muda agar angka pengangguran di Surabaya semakin menurun," jelasnya.
Rencananya, pembentukan Creative Hub akan dimulai pada April 2025 dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Surabaya.
Di Creative Hub ini, para pemuda akan mendapatkan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, mulai dari wirausaha laundry berstandar internasional hingga peternakan bersertifikasi.
"Pelatihan ini akan mengarah pada sertifikasi agar mereka bisa langsung bekerja atau berwirausaha. Jika tidak, maka semakin banyak orang yang masuk usia produktif tanpa keterampilan yang memadai," paparnya.
Pembangunan Kawasan Aglomerasi dan Transportasi Publik
Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, Wali Kota Eri juga menekankan pentingnya pembangunan kawasan aglomerasi, terutama dalam integrasi transportasi publik antara Surabaya dengan daerah sekitarnya seperti Sidoarjo, Bangkalan, Gresik, Mojokerto, dan Lamongan.
"Hilangkan ego sektoral, kita harus membangun kerja sama lintas daerah agar sistem transportasi publik semakin terintegrasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi," tegasnya.
Visi Transformasi Surabaya Menuju Kota Dunia
Menutup acara, Wali Kota Eri berharap RKPD dan RPJMD yang disusun dapat mewujudkan visi Transformasi Surabaya menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis, dan Berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya menyelaraskan kebijakan daerah dengan program nasional dan provinsi.
"Selaraskan RKPD dan RPJMD dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto dan Nawa Bhakti Satya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, agar Pemkot Surabaya dapat memberikan hasil yang maksimal untuk masyarakat," pungkasnya.yudhi
Editor : Redaksi