JOMBANG (Realita)- Kecelakaan kerja yang terjadi beberapa kali di PT Platinum Cemerlang Indonesia Bandar Kedungmulyo Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diakui pihak perusahaan.
"Kecelakaan kerja yang meninggal karena terjatuh itu benar adanya, permasalahannya sudah selesai baik dengan keluarga dan Disnakertrans Jombang," kata Humas Platinum Cemerlang Indonesia, Muhamad Ragel kepada media ini, Senin (24/3/2025).
Sementara pekerja bernama Kokoh, dijelaskannya hanya mengalami luka sobek di tangan dengan tiga jahitan, pada bulan Januari 2025 lalu saat shift kerja malam.
"Pihak pabrik juga menanggung seluruh biaya berobatnya, sudah dilakukan CT scan tidak ada yang patah ataupun retak," ungkap Ragel.
Terkait tidak adanya K3, ia dengan tegas membantah jika pabrik pembuatan baja ringan ini tidak menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) seperti tidak adanya helm, safety belt maupun sarung tangan. Tetapi, diakui tidak ada pengawasan dari pihak pabrik untuk penerapan K3.
"Pihak pabrik sudah menyediakan K3 terkait helm, safety belt dan kaos tangan tapi pada waktu itu (kecelakaan kerja-red) tidak dipakai," tandas Ragel.
Namun, soal tidak adanya BPJS Kesehatan maupun ketenagakerjaan Ragel mengakuinya. Dengan, dalih PT Platinum Cemerlang Indonesia yang berlokasi di Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang masih baru beroperasi.
"BPJS masih dalam proses, karena kami pabrik masih baru. Jam kerja juga sudah sesuai, kalau ada lembur pasti dibayarkan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan kerja di PT Platinum Cemerlang Indonesia Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang diduga terulang kembali.
Informasi yang diterima media ini menyebutkan, salah seorang pekerja Platinum Cemerlang Indonesia Jombang dibagian produksi, bernama Rian disinyalir mengalami kecelakaan kerja pada Kamis (20/3/2025).
Saat itu sekira pukul 09.00 WIB, Rian sedang bekerja dibagian produksi di PT Platinum Cemerlang Indonesia Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang. Diduga karena tidak memakai sarung tangan atau alat pelindung diri, tangan bagian kanan pekerja ini terkena mesin dan mengalami luka-luka.
"Kondisi mesinya pas kencang, gak pakai alat pengaman. Tangannya si Rian ini kena mesin, langsung robek," kata salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (22/3/2025).
Seringnya kecelakaan kerja di PT Platinum Cemerlang Indonesia diduga karena perusahaan mengabaikan K3 sejak pertama kali berdiri.
"Pekerja juga tidak mendapatkan haknya seperti BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan," tuturnya.rif
Editor : Redaksi