LAMONGAN (Realita) - Seorang santri kelas VIII, Pondok Pesantren (Ponpes) "Al Futuh", Dusun Sekargeneng, Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, inisial M-R-R, meninggal dunia akibat sengatan listrik. Kamis (24/4/2025).
Kejadian terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, saat santri tersebut hendak mengambil air wudhu di Musholla yang ada di lokasi pondok untuk menunaikan Sholat Dhuha.
Kapolsek Tikung, AKP Anang Purwowidodo, menjelaskan saat kejadian korban mengenakan seragam batik berwarna hijau dan celana berwarna putih, yang tiba-tiba berteriak setelah memegang besi pembatas area wudhu dengan tangan kanannya.
"Seorang saksi bernama Satriyo Arya Budiono melihat korban tiba-tiba tersengat aliran listrik hingga mengalami kejang-kejang," jelas AKP Anang, didampingi Kanit Reskrim Polsek Tikung, Ipda Andi Nur Cahyono.
Melihat kejadian tersebut, masih kata Kapolsek, saksi dengan cepat mencabut stop kontak yang menjadi sumber aliran listrik pada mixer pengeras suara di sekitar area wudhu. Setelah aliran listrik terputus, saksi melihat MRR terjatuh ke dalam kubangan air wudhu. Hingga saksi pun berteriak minta pertolongan, " lanjutnya.
Meski sempat dilarikan ke Rumah sakit Unit Gawat Darurat (UGD) Muhammadiyah, Kalikapas yang berjaak sekitar 5 kilometer dari tempat kejadian, namun dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.
"Hasil pemeriksaan tim medis, korban mengalami luka melepuh di 3 jari tangan kanan. Dan Saat ini tengah kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran arus listrik yang merenggut nyawa santri tersebut," jelas AKP Anang Purwowidodo.
Selain itu polisi juga mengamankan barang berupa 1 unit Aplifaiyer, 1 unit Mixer dan kabel Graund ke air dengan panjang 3 meter. "Mencatat keterangan saksi-saksi, serta melakukan Visum terhadap korban bersama tim kesehatan dari Puskesmas Tikung," tandasnya.
Reporter : David Budiansyah
Editor : Redaksi