SURABAYA (Realita)- Di balik hiruk-pikuk kehidupan kota, terselip perjuangan tanpa henti untuk menjaga wajah Surabaya tetap tertata dan nyaman bagi seluruh warganya. Pemerintah Kota Surabaya, di bawah komando Wali Kota Eri Cahyadi, terus menggalakkan upaya penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) dan bangunan liar (bangli) yang menempati fasilitas umum (fasum) secara ilegal.
Bukan sekadar agenda tahunan, penertiban ini telah menjadi gerakan berkelanjutan yang dilakukan lintas titik di seluruh penjuru kota. Seperti yang terjadi pada Jumat, 25 April 2025, petugas Satpol PP menertibkan deretan lapak PKL di sepanjang Jalan Pegirian. Meja kayu dan bangku-bangku yang selama ini berdiri di atas saluran air dan trotoar dibongkar satu per satu demi mengembalikan fungsi awal fasum.
Sementara itu, di Jalan Indrapura, perhatian difokuskan pada bangunan liar yang berdiri di atas saluran air. Di musim penghujan, bangunan seperti ini menjadi biang keladi banjir lantaran menghambat aliran air.
“Penertiban PKL dan bangli ini rutin kami lakukan agar mereka tidak lagi berjualan atau mendirikan bangunan di atas saluran dan pedestrian. Keberadaan mereka bisa mengganggu fungsi utama fasilitas umum,” tegas Wali Kota Eri, dalam keterangannya pada Rabu, 30 April 2025.
Namun langkah ini bukan tanpa tantangan. Di balik setiap lapak, ada kehidupan. Di balik setiap bangunan, ada cerita. Maka dari itu, Pemkot Surabaya tidak hanya menggusur, tapi juga menawarkan solusi. Seperti yang dilakukan saat menertibkan PKL di kawasan kaki Jembatan Suramadu, Kamis (24/4/2025), para pedagang yang terdampak disiapkan lahan relokasi agar tetap bisa mencari nafkah.
Relokasi itu pun tak dilakukan sembarangan. Aspek administratif dijadikan landasan penting dalam menentukan siapa yang berhak. “Prioritas relokasi adalah untuk warga Surabaya. Karena kemarin, saat penertiban di Suramadu, ada beberapa PKL yang bukan warga Surabaya,” jelas Eri.
Kesadaran kolektif menjadi kunci. Penertiban ini bukan sekadar menegakkan aturan, tapi juga ajakan untuk kembali menghargai ruang bersama. Wali Kota Eri berharap, masyarakat—terutama para PKL dan pemilik bangunan liar—dapat memahami pentingnya menjaga ruang publik yang mestinya bisa dinikmati bersama.
Untuk mencegah munculnya kembali bangli dan PKL ilegal, Satpol PP Surabaya diperintahkan meningkatkan patroli dan sosialisasi. “Jangan sampai setelah ditertibkan di satu lokasi, lalu di sekitarnya muncul lagi bangunan liar baru,” ujarnya menutup pernyataan.
Surabaya tengah berbenah, bukan semata demi estetika, tapi demi keberlangsungan kota yang ramah, tertib, dan adil untuk semua.yudhi
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-38604-menjaga-wajah-kota-ketika-surabaya-bergerak-menata-fasilitas-umum