Operasi Brantas Jaya Berlanjut, Polsek Pancoran Mas Depok Amankan Preman Berkedok Jukir

DEPOK (Realita) - Dalam rangka menciptakan Kota Depok yang aman dan tertib, melalui Operasi Brantas Jaya 2025, Polsek Pancoran Mas, berhasil mengamankan dua terduga pelaku premanisme berkedok juru parkir liar di wilayah Jalan Raya Sawangan, Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Kedua terduga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial M dan TS.

Mereka diamankan petugas saat sedang beraksi sebagai juru parkir liar yang kerap memungut uang secara tidak resmi dari pengguna jalan.

“Benar, dalam pelaksanaan Operasi Brantas Jaya hari ini, kami mengamankan dua orang terduga pelaku premanisme berkedok juru parkir,” ujar Kapolsek Pancoran Mas, AKP Hartono, Selasa (20/5/2025).

AKP Hartono menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban, termasuk praktik juru parkir liar yang dilakukan oleh oknum preman.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan segala tindakan meresahkan kepada pihak kepolisian. Operasi ini bagian dari komitmen kami menjaga keamanan di wilayah hukum Pancoran Mas,” jelas AKP Hartono.

Tak hanya menyasar preman berkedok jukir, Operasi Brantas Jaya 2025 juga menyentuh akar persoalan gangguan ketertiban berupa atribut hingga posko ormas yang dianggap melanggar aturan.

Pada Senin (19/5/2025), aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP Kota Depok melakukan penertiban besar-besaran terhadap simbol dan posko ormas.

Beberapa bendera disita dan posko dibongkar untuk menghapus kesan penguasaan wilayah oleh kelompok tertentu.

Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras, menyatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pencegahan gangguan keamanan.

“Kami ingin menciptakan Kota Depok yang tertib dan inklusif. Tidak boleh ada simbol ormas yang mengintimidasi masyarakat,” tegas Kapolres.

Penertiban dilakukan secara tegas namun tetap humanis. Kapolres menegaskan bahwa kegiatan serupa akan digelar secara rutin.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Metro Depok, AKBP Maulana Jali Karepesina, menjelaskan bahwa sasaran utama Operasi Brantas Jaya adalah premanisme berbasis ormas maupun perorangan.

“Kami bersama Satpol PP dan Kodim melakukan penertiban simbol ormas serta posko yang berdiri di jalur hijau. Ini penting untuk menjaga ketertiban umum,” ungkap Kabag Ops.

Ia mengimbau ormas yang masih memiliki pos di lahan publik untuk segera membongkar sendiri poskonya sebelum ditertibkan aparat gabungan.

Terkait aduan masyarakat mengenai pungutan liar berkedok ormas, Kabag Ops memastikan bahwa hal tersebut akan ditindaklanjuti dengan serius.

“Kami akan dalami lebih lanjut, dan jika terbukti, akan diproses secara hukum,” pungkas Kabag Ops. Hry

Editor : Redaksi

Berita Terbaru