Tingkatkan Penggunaan Aplikasi JMO, BPJS Ketenagakerjaan Malang Open Booth di Perusahaan

MALANG (Realita) - BPJS Ketenagakerjaan Malang kembali menggelar open booth. Kali ini di Pabrik Rokok PT Batu Karang yang memiliki sekitar 2.000 karyawan.

Open booth ini bertujuan untuk mensosialisasikan sekaligus mengajak peserta BPJS Ketenagakerjaan khususnya karyawan PT Batu Karang mendownload aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Malang, Zulkarnain Mahading, mengatakan, aplikasi JMO ini salah satu bagian dari pelayanan terbaik BPJS Ketenagakerjaan pada peserta.

"Aplikasi JMO bermanfaat bagi para peserta untuk melakukan pengurusan data, pengecekan saldo dan lain sebagainya, tanpa harus datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan," ujar Zulkarnain.

Aplikasi ini memberikan kemudahan pelayanan pada peserta. Untuk mendapatkan kemudahan pelayanan tersebut, peserta hanya perlu mendownload melalui play store atau app store pada handphone masing-masing.

Zulkarnain mengatakan, untuk mendorong peningkatan pengguna aplikasi JMO ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi di perusahaan binaan di wilayah Malang Raya.

Advertorial

Setelah di PT Batu Karang ini, pihaknya berencana open booth lagi di beberapa perusahaan binaan lainnya untuk memberikan layanan pada pekerja yang ingin mengunduh aplikasi JMO.

Ditambahkan, aplikasi JMO ini memudahkan para peserta mendapatkan informasi mengenai jaminan sosial, sehingga pekerja mandiri dapat mendaftarkan langsung sebagai peserta melalui telepon genggamnya.

Dikemukakan, BPJS Ketenagakerjaan mempunyai tugas untuk menjamin setiap pekerja baik pekerja penerima upah (formal) maupun pekerja bukan penerima upah (informal) agar terlindungi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kami akan terus berusaha memberikan perlindungan paripurna pada seluruh pekerja. Melalui Aplikasi JMO ini peserta juga bisa mendaftarkan pekerja informal di sekitarnya sebagai peserta,” pungkas Zulkarnain. gan

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Suparwono, Tubuh Setinggi 2,4 Meter

Tubuhnya menjulang hampir setara dua orang dewasa yang ditumpuk, membuat siapa pun yang berdiri di dekatnya tampak seperti anak kecil. Nama Suparwono pernah …