China Minta Warganya Tinggalkan Israel Imbas Serangan Intens Iran, Disarankan ke Yordania Lewat Darat

JAKARTA (Realita) - Kedutaan Besar China di Israel pada hari Selasa (17/6/2025) mendesak warganya untuk meninggalkan negara itu "secepat mungkin", setelah Israel dan Iran saling serang.

"Misi China di Israel mengingatkan warga negara China untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin melalui penyeberangan perbatasan darat, dengan syarat mereka dapat menjamin keselamatan pribadi mereka," kata kedutaan, dikutip dari Channel News Asia.

Setelah berpuluh-puluh tahun bermusuhan dan perang bayangan yang berkepanjangan, Israel meluncurkan kampanye udara mendadak pekan lalu terhadap target-target di seluruh Iran, dengan mengatakan bahwa mereka bertujuan untuk mencegah musuh bebuyutannya memperoleh senjata atom – sebuah ambisi yang dibantah Teheran.

Permusuhan yang tiba-tiba telah memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas, dengan Presiden AS Donald Trump mendesak Iran kembali ke meja perundingan setelah serangan Israel menggagalkan pembicaraan nuklir yang sedang berlangsung.

Kedutaan Besar Beijing mengatakan pada hari Selasa (17/6) bahwa konflik itu "terus meningkat".

"Banyak infrastruktur sipil yang rusak, korban sipil terus bertambah, dan situasi keamanan semakin serius," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Donald Trump juga Minta Warga Tinggalkan Iran

Di sisi lain, Presiden Donald Trump pada Senin (16/6/2025) malam menyerukan kepada warga sipil Iran untuk segera mengungsi dari Teheran. Tidak lama setelah itu, Gedung Putih mengumumkan bahwa Trump akan meninggalkan KTT G7, yang berlangsung di Alberta, Kanada, lebih awal untuk menangani banyak hal penting.

Advertorial

Belum jelas apa yang memicu unggahan Trump di Truth Social maupun keputusannya kembali lebih awal dari Kanada.

Teheran merupakan kota yang dihuni sekitar 10 juta orang dan sekitar 17 juta jika termasuk kawasan metropolitan. Peringatan evakuasi dari Trump disampaikan sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

"Iran seharusnya menandatangani 'kesepakatan' yang saya perintahkan untuk mereka tandatangani. Sungguh memalukan dan sia-sia nyawa manusia. Singkatnya, IRAN TIDAK BOLEH MEMILIKI SENJATA NUKLIR. Saya sudah mengatakannya berulang kali! Semua orang harus segera

mengungsi dari Teheran!" tulis Trump.

Militer Israel sendiri mengklaim bahwa mereka telah memiliki kendali penuh atas wilayah udara Teheran. Pada Senin, mereka memberi isyarat bahwa mereka memperluas target serangan, tidak lagi terbatas hanya pada situs militer atau nuklir, melainkan juga menyerang stasiun televisi milik negara Iran.

Israel juga mengeluarkan beberapa perintah evakuasi untuk warga sipil di Teheran, termasuk di wilayah padat penduduk yang dihuni ratusan ribu orang. Salah satu perintah evakuasi tersebut ditujukan ke kawasan tempat kantor TV negara Iran berada.rin

Editor : Redaksi

Berita Terbaru