Resah, Pedagang Pasar Kota Madiun Curhat ke Prabowo

MADIUN (Realita) Gelombang keresahan pedagang pasar tradisional di Kota Madiun atas ditempelnya surat peringatan (SP) secara masif di kios-kios pasar kini mendapat perhatian serius. Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPD APPSI) Kota Madiun telah mengirimkan laporan resmi kepada Ketua Dewan Pembina APPSI Pusat, Prabowo Subianto, terkait dinamika yang terjadi.

Ketua DPD APPSI Kota Madiun, Mayang Lili Mawarti, menyatakan bahwa laporan tersebut merupakan bentuk tindak lanjut dari pendampingan APPSI terhadap 22 paguyuban pasar yang menaungi sekitar 3.510 pedagang se-Kota Madiun.

“Dalam audiensi, posisi kami sebagai pendamping karena inisiatif pertemuan datang dari paguyuban pedagang,” ungkap Mayang pada Senin (28/7/2025).

Menurutnya, laporan yang dikirimkan ke Prabowo memuat kronologi penerbitan SP oleh Dinas Perdagangan, termasuk ancaman penyegelan yang menimbulkan kegelisahan pedagang. APPSI berharap Pemkot Madiun lebih mengedepankan pendekatan pembinaan ketimbang tindakan yang dianggap intimidatif.

“Pak Prabowo selama ini dikenal sangat peduli terhadap pasar tradisional dan nasib pedagang yang menjadi pilar ekonomi rakyat,” ujar Mayang.

Lebih jauh, ia juga menjelaskan bahwa dalam dokumen tersebut, APPSI menyampaikan beberapa poin penting hasil audiensi dengan DPRD Kota Madiun. Di antaranya adalah desakan pencabutan SP, permintaan penghapusan retribusi tahun 2024-2025 yang sebelumnya dijanjikan saat masa kampanye wali kota, serta peninjauan ulang besaran retribusi yang dinilai lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitar.

Selain itu, pedagang juga meminta agar administrasi pemanfaatan kios dipermudah dan tidak membingungkan. Selain itu, dilaporkan pula adanya dugaan intimidasi terhadap pedagang yang mengikuti audiensi, berupa ancaman akan dilaporkan ke wali kota.

“Harapan kami, laporan ini bisa menjadi perhatian pusat, agar perjuangan pedagang anggota APPSI Kota Madiun mendapatkan dukungan nyata,” kata Mayang.

Sebagai penguat, DPD APPSI Kota Madiun juga menyertakan dokumen dan data pendukung lainnya. Surat kepada Prabowo Subianto tersebut juga ditembuskan ke sejumlah pihak terkait untuk menjadi perhatian bersama.stw

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Lagi! Crane Jatuh Timpa Mobil, 2 Tewas

SAKHON (Realita)- Lagi !!!  Sekitar pukul 09.10 pagi pada tanggal 15 Januari 2026, sebuah crane konstruksi untuk jalan layang Rama 2 roboh ke median …