LAMONGAN (Realita) - Sebuah foto yang memperlihatkan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) sempat beredar di Media Sosial (Medsos). Unggahan tersebut menuai berbagai komentar karena komposisi yang kurang layak.
Ulum, sebagai Mitra dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Tikung, mengaku jika makanan tersebut berasal dari dapurnya yang dibagi ke beberapa sekolah di Kecamatan Tikung. Dirinya juga mengaku menyesal dan menganggap hal itu sebagai bahan koreksi.
"Ya memang masakan dari sini, dan ini menjadi koreksi bagi kami untuk lebih baik kedepannya," kata Ulum saat ditemui realita.co di dapur SPPG MBG nya di Desa Bakalan Pule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Selasa (26/8) malam.
Lebih lanjut, Ulum mengungkapkan sebagai mitra dapur, baru bisa menyediakan sebanyak 2600 paket MBG kepada siswa-siswi dari berbagai tingkatan sekolah di Kecamatan setempat.
"Mestinya kan untuk 3600 anak, mulai dari PAUD sampai SMA. Namun sementara kita masih bisa menyediakan 2600 saja, dan akan kita lakukan bertahap, karena kita juga baru mulai beberapa hari ini," terangnya.
Ulum menambahkan untuk menjalankan dapur tersebut, dirinya melibatkan 47 tenaga kerja. "Ada yang bagian masak, bagian packing, bagian persiapan. Karena juknisnya seperti itu," tandasnya.
Seperti diketahui, beredar di media sosial menu Makanan Bergizi Gratis dengan komposisi nasi, telur, tempe dan 3 potong kacang panjang.
Unggahan itu menuai banyak kritikan yang menganggap tidak layak dan tidak sesuai dengan program prioritas Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wwkil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.
Reporter : David Budiansyah
Editor : Redaksi