Angka Putus Sekolah di Kota Kediri Turun dari 1.500 Menjadi 500, Ini Tantangannya

KEDIRI (Realita) - Angka Putus Sekolah di Kota Kediri menurun dari angka 1.500 menjadi 500.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Kediri, M Anang Kurniawan mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi tantangan untuk menuntaskan Angka Putus Sekolah.

"Sekitar 1.500 dan yang sudah tertangani 1.000 sehingga dalam proses ini sekitar 500, ada beberapa hal yang menjadi tantangan," jelasnya, Rabu, 10 September 2025.

Tantangan yang dimaksud adalah usia yang udah terlalu lanjut, ada yang sudah pindah ke luar kota, tidak ada waktu untuk pergi ke sekolah, dan ada pula yang sudah tidak ada keinginan untuk bersekolah.

Anang menjelaskan, upaya yang dilakukan Pemkot Kediri melalui Dindik yaitu mempersiapkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Sebelumnya, kata Anang, tahun ini bertambah menjadi 11 yang sebelumnya ada 9 PKBM.

Dari PKBM tersebut, lanjutnya, Dindik sudah mengalokasikan anggaran dari Pemkot Kediri untuk pembiayaannya.

"Jadi masyarakat yang masuk nanti sudah tidak perlu biaya lagi. Kami juga memberikan kemudahan lainnya," ujarnya.

Anang mengatakan, kemudahan yang dimaksud yakni mendatangkan tenaga pendidik ke rumah.

"Kan ada yang disabilitas, ada juga yang di Lapas sehingga kami mendatangkan gurunya," tuturnya.

Terkait stigma masyarakat terkait sekolah favorit, Anang mengatakan jika pemahaman seperti itu kurang tepat.

"Ini kurang pas, karena Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melakukan pemerataan kualitas pendidikan sesuai arahan Mbak Wali," katanya.

Jika sebelumnya ada istilah sekolah favorit, sejalan dengan pemerataan kualitas pendidikan maka kualitas di setiap satuan pendidikan di Kota Kediri merata.

"Jadi, stigma sekolah favorit itu tidak pas untuk didengungkan. Karena saat ini baik SDM dan fasilitasnya sama," ucapnya.

"Memang, untuk letak geografisnya saja yang berbeda," imbuhnya. (Kyo)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru