Bank Jatim dan SFT Pererat Kerja Sama Melalui Layanan Virtual Account

SURABAYA (Realita) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) secara resmi telah bersinergitas dengan PT Sentra Finansial Teknologi (SFT).

Sinergitas tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama terkait layanan virtual account terintegrasi dengan sistem aplikasi Edufin, juga penandatanganan MoU terkait layanan jasa keuangan di bidang pendidikan.

Perjanjian tersebut ditandatangani Vice President Dana dan Jasa Yetty Fitria S, dan Vice President Hubungan Kelembagaan Rachman Subiyantoro, serta Kepala Divisi Produk PT SFT Ronald Argand Pinontoan, di Kantor PT SFT.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengaku bersyukur atas kolaborasi ini. Ia berharap kerja sama ini memberikan manfaat signifikan, baik bagi perseroan maupun instansi pendidikan mitra SEVIMA dan SFT seperti peningkatan frekuensi, volume transaksi, hingga ekspansi nasabah baru.

”Kerja sama ini bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses pembayaran biaya pendidikan bagi mahasiswa di institusi yang menggunakan Edufin," ujar Winardi, Senin (29/09/2025).

"Kami optimis dengan sinergitas layanan virtual account terintegrasi ini akan memberikan banyak manfaat positif bagi kedua belah pihak seperti kemudahan pembayaran dan efisiensi administrasi, karena setiap transaksi akan tercatat secara otomatis dan real-time,” jelasnya.

Sebagai informasi, PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA) merupakan perusahaan jasa pengembang sistem informasi perguruan tinggi sejak 2004.

SEVIMA telah memimpin pasar sektor pendidikan tinggi di Indonesia dengan total mitra lebih dari 1.200 Perguruan Tinggi dan melayani lebih dari 4 juta user.

SEVIMA melalui layanan Edufin bekerja sama dengan berbagai channel pembayaran untuk memudahkan instansi pendidikan dalam melakukan pembayaran secara online karena mudah, aman, terjamin, dan dapat dilakukan dimana saja.

Seiring berjalannya waktu, Edufin telah spin-off ke perusahaan sister SEVIMA, yaitu PT SFT dan telah mendapatkan sertifikasi ISO 27001.

Saat ini lebih dari 400 instansi pendidikan telah beralih ke cashless menggunakan layanan Edufin dan telah memproses lebih dari 1 juta transaksi pembayaran dengan nilai transaksi (GMV) lebih dari Rp 3,3 triliun per tahun.

Menurut Winardi, potensi yang bisa dikembangkan antara PT SFT dengan Bank Jatim cukup banyak. Antara lain peluang optimalisasi pelayanan serta pengelolaan dana di lingkungan universitas-universitas mitra PT SFT sehingga diharapkan dapat meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim terutama Giro.

Kemudian, terdapat 81 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa sekitar 100.611 yang bermitra dengan PT SFT wilayah Jawa Timur, berpotensi menambah kerjasama dengan Bank Jatim sebagai bank mitra, serta potensi pemberian fasilitas kredit multiguna (KMG) bagi seluruh pegawai di universitas mitra PT SFT.

Winardi menegaskan, kolaborasi ini juga membuktikan bahwa Bank Jatim turut menjadi bagian dalam upaya membangun ekosistem pembayaran digital inklusif di dunia pendidikan.

”Kami harap fasilitas virtual account Bank Jatim dapat semakin mempermudah pembayaran iuran pendidikan yang dilakukan oleh mahasiswa maupun pihak-pihak terkait,” terangnya.

Kepala Divisi Produk PT SFT Ronald Argand Pinontoan juga menyambut baik kerja sama ini, dan mengapresiasi keterlibatan Bank Jatim dalam penyediaan fasilitas pembayaran yang mudah dan aman untuk dunia pendidikan.

Dikemukakan, Edufin memiliki banyak keunggulan. Seperti transparan dan akuntabel, terintegrasi dan terotomasi, mudah diakses, serta aman dan handal.

“Fasilitas ini akan semakin memudahkan orang tua serta mahasiswa untuk melakukan pembayaran atas berbagai keperluan di mitra Edufin," ujarnya.

"Kami harap kerja sama ini dapat menjadi awal yang baik bagi PT SFT dan Bank Jatim untuk terus berkolaborasi demi perkembangan sektor pendidikan dan meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” tutupnya. gan

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru