DJ Terkenal Tewas Diberondong Timah Panas

GUGULETHU (Realita)- Masyarakat Gugulethu, Afrika Selatan dihebohkan dengan pembunuhan keji seorang DJ populer sekaligus olahragawan masyarakat Luvuyo 'P Touch' Sapepa.

Ia diserang pada Senin sore di NY139, Gugulethu, saat keluar dari kendaraan. Seorang pria tak dikenal juga tewas dalam insiden tersebut

Pembunuhan Sapepa terekam dalam video yang kemudian menjadi viral di media sosial. Dalam klip pertama, seorang pria berbaju putih terlihat berdiri di luar mobil saat sebuah mobil Suzuki putih melintas.

Ia merunduk dan berlari ke halaman. Saat pintu penumpang depan terbuka, Sapepa tertembak dan tak sadarkan diri.

Pengemudi kendaraan mundur dari lokasi kejadian sementara seorang penembak mengikuti pria berbaju putih tersebut. Dua pria bersenjata lainnya kemudian mendekat dan menembak kepala Sapepa.

Pada klip kedua, pria berbaju putih itu terlihat terjatuh saat berlari melalui lorong sempit.

Seorang pria bersenjata berkaus merah marun menembakkan senapan sementara dua orang lainnya menggunakan pistol untuk menghabisinya. Mereka lalu melarikan diri.

Juru bicara polisi Kapten FC van Wyk mengatakan polisi Gugulethu mencatat dua tuduhan pembunuhan menyusul penembakan pada hari Senin pukul 13.20 siang di NY139 di mana dua pria berusia 43 dan 51 tahun ditembak mati.

“Menurut laporan, pihak berwenang mendatangi lokasi penembakan di alamat yang disebutkan, dan setibanya di sana, mereka menemukan dua jenazah laki-laki. Satu jenazah tergeletak di trotoar di depan rumah, sementara jenazah lainnya tergeletak, di lorong sisi rumah.

"Kedua korban mengalami beberapa luka tembak di tubuh. Para korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian oleh petugas medis. Motif penyerangan tersebut masih dalam penyelidikan polisi. Para tersangka belum ditangkap," ujarnya.

Sapepa dikenal tidak hanya sebagai pria bertalenta karena musiknya tetapi juga sebagai pemain sepak bola dan pelari.

Dia merupakan seorang DJ di Teez Lounge dan anggota Klub Atletik Gugulethu.

Dalam sebuah pernyataan, klub memberikan penghormatan kepadanya: “Dengan penuh duka yang mendalam, kami mengumumkan meninggalnya salah satu anggota berharga kami, Luvuyo Sapepa, yang akrab disapa positivetouchza. Beliau mengenakan seragam oranye dengan bangga dan mengabdi pada klub kami dengan komitmen yang teguh. Baik dalam mendapatkan sponsor, membuat konten, maupun memberikan dukungan di mana pun dibutuhkan, Luvuyo bekerja tanpa lelah di balik layar untuk memperkuat dan mengangkat komunitas kami.

"Pasukan Oranye menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada keluarga, teman, dan sesama anggota. Kontribusi dan semangatnya akan dikenang dengan rasa syukur dan hormat."

Klub Sepak Bola Abadlali berkata: “Selalu menjadi saudara, rekan satu tim, dan sahabat kami. Kemurahan hati, kerendahan hati, kegembiraan, dan kecintaan Anda kepada sesama dan sepak bola tidak akan pernah terlupakan. Abadlali FC berdiri bersama keluarga dan masyarakat Sapepa di masa sulit ini.”

Ketua Forum Kepolisian Masyarakat Gugulethu, Deon Matiki, mengatakan: “Penembakan semacam ini membuat warga kami trauma karena tidak terjadi di daerah tanpa penduduk. Ada orang, termasuk anak-anak. Kita tidak bisa hidup di komunitas dengan suara tembakan. Kami mengutuk tindakan kekerasan seperti itu karena berdampak pada orang-orang yang tidak bersalah.”jy

Editor : Redaksi

Berita Terbaru