LAMONGAN (Realita) - Balai Pemasyarakatan (Bapas) kelas II Bojonegoro menggandeng Yayasan Pendidikan Perguruan Islam (YPPI) Thoriqul'Ulum, yang terletak di Desa Made, Kecamatan/ Kabupaten Lamongan, guna bimbingan kepribadian Klien Permasyarakatan (napi dan mantan napi) dengan tema "Menata Hati Membina Iman".
Kepala Badan Pemasyarakatan II Bojonegoro, Aditya Reza Fahrudin, melalui Kepala Sub Seksi Bimbingan Klien Dewasa, Idris Fauzi, mengatakan Bapas Bojonegoro memiliki sebanyak 469 klien yang masih dalam pengawasan, antara lain di Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamonhan. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan para napi/ mantan napi tersebut tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum.
"Ke 469 klien itu, harus kita awasi tiap waktu, karena memang kewajiban untuk memantau keberadaan mereka," kata Idris Fauzi didampingi Pembimbing Kemasyarakatan Bapas II Bojonegoro lainnya, Fakhrudin, di Ponpes Thoriqul'Ulum, Lamongan, Jumat (24/10).
"Kegiatan ini adalah termasuk rencana implementasi pelaksanaan Undang-Undang No. 1 tahun 2023, yaitu tentang pelaksanaan KUHP yang baru pada tahun 2026. Dan sekarang sudah ada Undang-Undang KUHP yang baru, dan akan berlaku pada tahun depan. Disitu nanti ada putusan kerja sosial. Jadi kalau untuk bidana tipiring atau pidana yang ringan-ringan, tidak usah masuk ke lapas, tapi cukup bekerja sosial. Dan salah satunya, kami bekerja sama dengan pesantren Thoriqul'Ulum ini, nanti yang ada putusan dari pengadilan yang bekerja sosial, insya Allah kami tak dipercaya," jelasnya.
Lebih lanjut, Idris Fauzi menjelaskan tiap-tiap klien akan diberikan pembinaan atau pekerjaan sesuai dengan keahliannya.
"Sesuai dengan profesi mereka. Kalau yang profesi jadi guru, mungkin bisa bantu ngajar, atau mungkin bersih-bersih di pondok sini, atau kalau dia seorang bidan atau ahli medis, juga mungkin bisa bantu-bantu di sini," ujarnya.
Sementara untuk mengetahui keaktifan klien tersebut, Idris mengatakan akan dilakukan secara rutin melalui aplikasi online yang sudah dibuat. "Kalau kemarin-kemarin mungkin tidak absen satu bulan, dua bulan, sampai tiga bulan dibiarkan. Kalau sekarang ini perintah dari Bapak Kanwil, juga dari Dirjen yakni diwajibkan untuk absen. Dan sekarang sudah ada aplikasi, kalau memang betul-betul tidak bisa datang ke Bojonegoro, di situ ada aplikasi namanya Simota," tandasnya.
Sementara itu, pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul'Ulum, Abdullah Haris Al Ihsani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan ke yayasannya. Dirinya menilai ini merupakan bentuk sinergi demi me
Hubungan kita dengan Bapas Bojonegoro ini sangat baik, dulu pesantren ini bekerja sama dengan lapas, sekarang ditindaklanjuti dengan Bapas II Bojonegoro. Hubungan ini bagaikan Umaroh dan Ulama bersinergi, untuk membangun kepribadian umat yang lebih baik. Insyallah program ini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat pada umumnya," ungkap Gus Haris.
Salah satu rangkaian kegiatan pagi itu, yakni taudziah yang dibawakan salah satu pengasuh Ponpes Thoriqul'ulum dan ikuti oleh sebanyak 16 klien asal Lamongan.
Reporter : Defit Budiamsyah
Editor : Redaksi