Kadar Hemoglobin terlalu Tinggi, Ini Penyebabnya!

HEMOGLOBIN merupakan salah satu kandungan dalam sel darah merah yang memberikan warna merah pada darah.

Jika kadar hemoglobin (Hb) lebih tinggi atau rendah dari normal, Anda mungkin mengalami kondisi tertentu. Lantas, apa saja penyebab Hb tinggi pada seseorang?

Akibat kondisi tertentu, kadar hemoglobin bisa rendah atau tinggi pada tubuh seseorang. Kadar Hb yang tinggi terjadi bila jumlah hemoglobin dalam darah Anda berada di atas kisaran normal.

Menurut dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. yang dilansir dari Hallosehat, kondisi hemoglobin tinggi biasanya terjadi ketika kadar oksigen dalam darah menurun pada jangka waktu lama. Pada kondisi ini, tubuh berusaha untuk segera memasok oksigen lewat Hb.

Adapun penyebab kadar Hb tinggi ini tidak selalu berisiko buruk untuk kesehatan. Namun, beberapa di antaranya bisa menjadi tanda dari kondisi medis serius.

Berikut adalah beberapa penyebab yang membuat kadar Hb Anda tinggi.

1. Dehidrasi

Bila selama ini Anda kurang minum, bisa jadi itulah penyebab kadar hemoglobin Anda meningkat.

Hal ini lantaran saat dehidrasi, volume plasma darah (bagian darah yang cair) akan menurun dan secara otomatis meningkatkan jumlah hemoglobin

Dehidrasi ini sendiri bisa terjadi jika Anda kekurangan cairan. Misalnya, akibat kurang minum atau mengalami diare yang memaksa Anda mengeluarkan banyak cairan dari dalam tubuh.

2. Berada di dataran tinggi

Kadar hemoglobin tinggi juga bisa terjadi jika Anda sedang berada di dataran tinggi, seperti puncak gunung.

Pasalnya, kadar oksigen di ketinggian lebih rendah, sehingga tubuh meresponnya dengan membuat lebih banyak sel darah merah.

Semakin banyaknya sel darah merah yang terbentuk, jumlah hemoglobinnya pun meningkat untuk membantu memenuhi kebutuhan oksigen di tubuh Anda.

3. Merokok

Kebiasaan merokok juga bisa menjadi penyebab kadar Hb tinggi. Ini terjadi karena hemoglobin yang seharusnya mengambil oksigen malah mengingat karbon monoksida dari asap rokok.

Akibatnya, tubuh memberikan sinyal kadar oksigen rendah. Alhasil, tubuh meningkatkan jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin sebagai respons terhadap kondisi tersebut.

Hal tersebut pun terbukti melalui penelitian pada jurnal Annals of Hematology.

Penelitian tersebut menemukan kaitan positif antara perokok dengan peningkatan kadar hemoglobin.

4. Penyakit jantung bawaan

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang dialami sejak lahir. Kelainan ini terbentuk atau berkembang saat bayi masih ada di dalam perut sang ibu.

Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sirkulasi darah. Misalnya, darah yang melewati paru-paru terlalu banyak atau sedikit, atau terlalu sedikit darah yang mengalir ke seluruh tubuh.

Kondisi ini bisa menyebabkan kadar hemoglobin tubuh meningkat. Pasalnya, tubuh berupaya memaksimalkan kadar oksigen dalam darah yang dibutuhkan oleh tubuh Anda.

5. Polisitemia vera

Polisitemia vera adalah salah satu jenis kanker darah. Jenis kanker ini membuat sumsum tulang memproduksi sel darah merah secara berlebih.

Peningkatan sel darah merah ini menjadi penyebab kadar Hb penderita polisitemia vera meningkat lebih tinggi.

Polisitemia itu sendiri merupakan jenis kanker darah yang jarang terjadi. Meski begitu, kondisi ini bisa mengancam nyawa bila dibiarkan tanpa pengobatan.

6. Emfisema

Emfisema adalah masalah paru-paru yang menyebabkan sesak napas pada penderitanya. Orang dengan emfisema mengalami kerusakan pada alveoli atau kantung udara di paru-parunya.

Seiring waktu, dinding bagian dalam alveoli ini melemah, pecah, dan membuat lubang besar pada kantung tersebut.

Kondisi ini membuat jumlah oksigen yang sampai di aliran darah menjadi berkurang. Untuk mengatasi kondisi tersebut, tubuh meresponsnya dengan meningkatkan kadar hemoglobin.

7. Minum obat penambah hormon

Mengonsumsi obat penambah hormon, seperti erythropoietin dan steroid anabolik, juga dapat menjadi penyebab kadar Hb tinggi.

Erythropoietin adalah obat hormon yang digunakan untuk mengobati anemia pada penderita penyakit ginjal. Obat ini dapat meningkatkan produksi sel darah merah dan hemoglobin.

Pasalnya, obat ini dapat meningkatkan kadar oksigen ke otot. Oleh karena itu, obat ini sering dikonsumsi oleh atlet guna memaksimalkan performa mereka dalam berolahraga.

8. Penyakit ginjal

Beberapa penyakit ginjal, seperti penyakit ginjal polikistik dan kanker ginjal, juga dapat meningkatkan jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin pada penderitanya.

Bukan cuma itu, pasien yang menjalani prosedur transplantasi ginjal juga umum mengalami kondisi serupa. Mengapa demikian?

Umumnya, peningkatan Hb ini terjadi karena konsumsi obat erythropoietin seperti yang disebutkan sebelumnya.hs

Editor : Redaksi

Berita Terbaru